Kuras Emosi! Auzan Noh dan Syakir Daulay Kompak Bintangi Film 'Dua Nafas'

Film 'Dua Nafas'

Mia Taksaka | MataMata.com
Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:06 WIB
Para Pemain Film 'Dua Nafas'. (mia)

Para Pemain Film 'Dua Nafas'. (mia)

Pop.matamata.com - Aktor Syakir Daulay menjadi seorang dokter di film terbarunya berjudul 'Dua Nafas'.

Ia merasa begitu personal dengan film drama terbarunya tersebut.

Hal itu karena mengingatkannya pada kenangan bersama sang nenek ketika masih kecil.

Dalam film itu, Syakir memerankan karakter Anto dewasa yang pulang ke kampung untuk bertemu lagi dengan neneknya.

Ketertarikannya terhadap proyek tersebut muncul setelah mengetahui bahwa Dua Nafas terinspirasi dari film Korea yang berjudul 'The Way Home' yang dikenal menyentuh hubungan antara seorang cucu dan neneknya.

"Aku cukup tertarik karena aku nonton film yang terinspirasi dari film 'The Way Home'," tutur Syakir Daulay di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (19/6/2026).

Syakir merasa kekuatan utama film ini terletak pada kemampuannya membangkitkan kembali memori penonton tentang sosok nenek yang sering kali memiliki tempat istimewa dalam kehidupan keluarga.

"Bagiku yang perlu digarisbawahi adalah kayaknya udah lama sekali nggak ada tontonan yang bisa men-callback lagi atau mengingatkan kita kembali ke masa-masa bersama nenek," tambahnya.

Saat pertama kali mendengar cerita film tersebut, Syakir mengaku langsung tertarik untuk terlibat.

Apalagi, selain menampilkan karakter Anto kecil, naskah juga menghadirkan sosok Anto saat dewasa yang akhirnya dipercayakan kepadanya.

Baca Juga: Syakir Daulay Disomasi Gegara Singgung Teks Proklamasi Untuk Promo Film: Lu Napa Jadi Gini Bang?

Profil Syakir Daulay. (Instagram/@syakirdaulay)
Profil Syakir Daulay. (Instagram/@syakirdaulay)

"Ketika aku diceritakan, terus kemudian karena pemainnya anak kecil, tapi kemudian di skenario ada pemeran besarnya juga, Anto Besar," ucapnya.

"Dan akhirnya aku ketika diminta bermain juga sebagai Anto Besar, aku perankan juga," jelas Syakir.

Tak hanya karena kisahnya yang menyentuh, Syakir juga merasa bangga bisa terlibat dalam proyek kolaborasi lintas negara.

Film produksi PT Sunrise Pictures Indonesia bersama Syakir Film dan Anypearl Film ini turut melibatkan produser asal Korea Selatan, Park Joung-Kuk.

Syakir menilai kerja sama tersebut menjadi langkah positif bagi industri perfilman Indonesia untuk semakin terbuka terhadap kolaborasi dengan sineas Asia.

"Bagi Syakir, project ini kita harus selalu memberikan warna buat tontonan-tontonan yang ada di layar lebar," ungkap Syakir.

"Salah satunya kita punya harapan baru bahwa Indonesia, bahwa kita nih sineas-sineas, kita pun membuka ruang untuk teman-teman dari negara tetangga atau negara Asia untuk bisa bekerja sama dengan kita," ucapnya.

Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Park Joung-Kuk yang dinilainya menunjukkan komitmen besar meski masih relatif baru mengenal industri perfilman Indonesia.

"Beliau termasuk baru mengenal industri layar lebar Indonesia, tapi beliau mau tanggung jawab bahkan sampai film ini mampu kita nikmati di bioskop-bioskop kesayangan kita di seluruh Indonesia," tambah Syakir.

Aktor sekaligus produser tersebut meyakini Dua Nafas akan meninggalkan kesan mendalam bagi siapa pun yang memiliki kenangan dengan nenek mereka.

"Yang paling penting yang bisa Syakir garansi ke semuanya bahwa film ini adalah film yang mengembalikan memori kita bersama nenek," ujarnya.

Produser Park Joung-Kuk mengakui bahwa besarnya penerimaan masyarakat Indonesia terhadap produk hiburan Korea menjadi salah satu pertimbangan penting dalam penggarapan film tersebut.

Seementara itu, Eksekutif Produser Kwon Dae-Hyung menjelaskan bahwa pemilihan cerita yang diadaptasi dari karya Korea didasarkan pada kesamaan nilai budaya antara masyarakat Korea dan Indonesia.

"Selain kesamaan budaya dan kesamaan mencintai orang tua, kenapa saya milih Indonesia karena di sini masyarakatnya banyak yang menyukai drama Korea," tegasnya. 

Pemain film lainnya yang berperan sebagai Anto kecil, Auzan Noh mengatakan jika saat syuting dirinya harus bisa menghadirkan emosi marah dan sedih saat berhadapan dengan sang nenek. 

"Adegan yang paling mengharukan saat berpisah sama nenek, yaitu naik angkot," ucap Auzan Noh.

Film 'Dua Nafas' sendiri mengisahkan Anto yang harus tinggal bersama neneknya, Mariyam, di sebuah desa terpencil setelah sang ibu terpaksa menitipkannya.

Dari sosok neneknya, Anto belajar tentang kasih sayang, pengorbanan, dan arti keluarga yang sesungguhnya.

Film garapan sutradara Hasto Broto ini dibintangi Aty Cancer sebagai Mariyam, Syakir Daulay sebagai Anto dewasa, Auzan Noh Karepesina sebagai Anto muda, Adelia Rasya sebagai Wati, Bilqis Hafsa sebagai Putri, Mantra Gurindam Smaratungga sebagai Udin dan lain sebagainya.

Mengangkat kisah yang diadaptasi dari cerita nyata asal Korea Selatan dan disesuaikan dengan budaya Indonesia, Film 'Dua Nafas' dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 2 Juli 2026.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI