Bintangi Film 'Maju: Jejak Pahit si Kembang Gula', Sarah Sechan Merasa Miris soal Peredaran Narkoba

Film 'Maju: Jejak Pahit si Kembang Gula'

Mia Taksaka | MataMata.com
Selasa, 16 Juni 2026 | 10:44 WIB
Para Pemain Film 'Maju: Jejak Pahit si Kembang Gula'. (ist)

Para Pemain Film 'Maju: Jejak Pahit si Kembang Gula'. (ist)

Pop.matamata.com - Setelah lama tak muncul di dunia layar lebar, artis sekaligus presenter Sarah Sechan, akhirnya hadir kembali dengan membintangi film terbarunya berjudul 'Maju: Jejak Pahit si Kembang Gula', karya sutradara Franklin Darmadi.

Sarah mengatakan dirinya mengenal dekat sosok sutradara dan suka dengan jalan ceritanya, dengan tema memerangi dan mencegah narkotika masuk ke ruang anak-anak.

"Aku jadi ibu kades, seperti apa dia? Pokoknya karakternya misterius nggak bisa ketebak," tutur Sarah Sechan, saat ditemui di XXI Metropole, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026) malam.

Sarah merasa miris melihat jalan cerita film tersebut sesuai dengan data di Badan Narkotika Nasional (BNN), yakni peredaran barang haram itu sudah masuk ke kehidupan anak-anak kecil atau anak SD.

"Jujur ngeri sih lihat peredaran narkotika zaman sekarang, anak-anak sudah jadi korban," ucapnya.

Para Pemain Film 'Maju: Jejak Pahit si Kembang Gula'. (ist)
Para Pemain Film 'Maju: Jejak Pahit si Kembang Gula'. (ist)

Sarah Sechan memiliki cara tersendiri untuk menjauhkan anak dari godaan narkoba.

"Kalau aku berusaha membuat anak sibuk untuk berolahraga," ungkapnya.

Tak hanya kepada anak-anak, Sarah Sechan merasa takut dengan narkotika, karena sudah ribuan masyarakat dewasa yang sudah kecanduan.

"Semoga lewat film ini peredaran narkotika yang bikin orang dewasa dan anak-anak bisa teratasi dan diberantas," papar Sarah Sechan.

Film garapan rumah produksi PANEN Entertainment didukung penuh BNN dan Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

Baca Juga: Marshanda Prihatin dengan Kasus Kekerasan Seksual di Film 'Saat Aku Bersuara'

Deputi Bidang Pencegahan BNN, Irjen Pol. Muhammad Zainul Muttaqien mengatakan pihaknya mendukung film ini karena selaras dengan visi misi BNN.

Zainul mengakui sampai saat ini, sudah ribuan anak-anak yang jadi korban kejahatan narkotika.

"Berdasarkan data dari BRIN di tahun 2023, ada 3,3 juta jiwa terpapar narkoba. Anak-anak berapa? Usia 15 sampai 25, ada 312.000 orang terpapar," jelas Zainul Muttaqien.

"Artinya ada 9,5 persen dari jumlah tersebut anak-anak kita terpapar narkoba," tambahnya.

Guna mendukung Program Indonesia Emas 2045, BNN mendukung film 'MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula' untuk jadi edukasi ke masyarakat.

"Lewat film ini kami berharap, jadi Pencegahan agar tidak ada lagi anak-anak Indonesia jadi korban atau terpapar narkotika," tegas Zainul Muttaqien.

Para Pemain Film 'Maju: Jejak Pahit si Kembang Gula'. (ist)
Para Pemain Film 'Maju: Jejak Pahit si Kembang Gula'. (ist)

Film Maju adalah film aksi remaja yang bercerita tentang empat sahabat karib, yaitu Kirana, Hanna, Gerald, dan Bagas, berangkat untuk melakukan survei lokasi kegiatan Jambore.

Bersama Pak Wira guru mereka yang disiplin, dimulailah perjalanan dengan penuh semangat.

Namun suasana ceria berubah menjadi mimpi buruk ketika Bagas, yang belakangan berperilaku aneh, menghilang secara misterius setibanya mereka di desa lokasi perkemahan.

Film tersebut dibintangi oleh Bukie Mansyur, Sarah Sechan, Unang Bagito, Princesza Leticia, Bebe Gracia, Axandro J. ED, Aradhana Rahadi, Alby Ersani, dan lainnya itu akan tayang pada 6 Agustus 2026 di bioskop seluruh Indonesia.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI