Kocak! Gegara Skripsi, Jefan Nathanio jadi Orang Sakti di Film 'Dukun Magang'

Film 'Dukun Magang'

Mia Taksaka | MataMata.com
Minggu, 14 Juni 2026 | 12:11 WIB
Para Pemain Film 'Dukun Magang'. (mia)

Para Pemain Film 'Dukun Magang'. (mia)

Pop.matamata.com - Di tengah hiruk pikuk perpolitikan Tanah Air dan carut marut ekonomi nasional, film horor berbalut komedi saat ini menjadi pilihan tersendiri bagi masyarakat Indonesia.

Seperti halnya film terbaru berjudul 'Dukun Magang' karya sutradara Chiska Doppert ini cukup menjadi obat perindu bagi para penonton yang ingin bersantai dan melupakan masalah hidup yang kian sulit.

Bagi, Jefan Nathanio pemeran utama Raka, film 'Dukun Magang' yang dikonsep dengan komedi-horor ini memberikan tantangan tersendiri, meskipun dalam melakoninya ia tidak memiliki kendala.

"Ini kan ceritanya bagus, berbeda dengan yang lainnya, saya mikirnya ini skripsi kan serius tapi kok dicampur dengan hal-hal mistis, apalagi setelah penelitian selesai di sebuah Desa Kalimati itu, pulang dari sana saya jadi sakti," ucap Jefan Nathanio sembari tertawa, usai gala premier film 'Dukun Magang' di Epecintrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (13/6/2026) malam.

Para Pemain Film 'Dukun Magang'. (mia)
Para Pemain Film 'Dukun Magang'. (mia)

Tak hanya Jefan yang menjadikan suasana film menjadi kocak, pemain lainnya Adi Sudirja yang memerankan dukun nyentrik Mbah Djambrong juga cukup membuat para penonton terbahak-bahak.

Adi Sudirja merupakan pria asal Medan ini harus berakting menggunakan basaha Jawa lengkap dengan mantra-mantra kejawen yang sesuai dengan alur cerita film tersebut.

"Saya itu sempat belajar bahasa Jawa, jadi ada nuansa Jogja dan gudeg-gudegnya itu padahal kan saya asli Medan, intinya saya bisa mendalami karakter jadi dukun," ucapnya seraya tertawa.

Adi Sudirja mengatakan ada kesulitan saat dirinya harus berakting menahan nafas di pinggir sungai.

"Itu dia, saya sampai megap-megap nahan nafas karena saya di adegan itu meninggal dunia dan ilmunya harus berpindah ke Raka," papar Adi Sudirja yang saat preskon menggunakan kostum bidadari alias angel.

Para Pemain Film 'Dukun Magang'. (mia)
Para Pemain Film 'Dukun Magang'. (mia)

Film 'Dukun Magang' diracik lewat naskah yang ditulis bersama oleh Endik Koeswoyo, Mo Sidik, dan Adi Nugroho.

Baca Juga: Bikin Haru! Main Film 'Takkan Kubiarkan Kau Menangis', Shanty Ingat Mendiang Ibu

Di bawah penanganan produser Sahrul Gibran dan Jems Sumartumin, film ini menyoroti benturan realitas antara logika modern dengan kentalnya tradisi mistis masyarakat urban.

Film ini menceritakan tentang Raka Mahardika (Jefan Nathanio), seorang mahasiswa tingkat akhir yang awalnya sangat skeptis terhadap hal-hal gaib.

Akibat draf skripsinya bolak-balik ditolak oleh dosen pembimbingnya, Raka terpaksa mengambil jalan nekat demi lulus kuliah.

Ia memilih topik penelitian yang paling ia benci dan anggap bualan, yaitu dunia perdukunan.

Raka tidak sendiri, ia memboyong Boiman (Fajar Nugra), sahabat yang penakut namun setia kawan, serta Sekar (Hana Saraswati), mahasiswi asli daerah yang memahami adat istiadat setempat.

Perjalanan observasi mereka beralih ke Desa Kalimati, sebuah wilayah terpencil yang masih memegang teguh ritual mistis.

Niat awal yang semula murni demi kepentingan akademis berubah menjadi petaka.

Raka tanpa sengaja mengusik eksistensi Kuntilanak Hitam, entitas gaib berkekuatan tinggi yang selama ini tersegel rapat di desa tersebut.

Para Pemain Film 'Dukun Magang'. (mia)
Para Pemain Film 'Dukun Magang'. (mia)

Teror supranatural yang beruntun memaksa Raka mempertanyakan kembali batas nalarnya.

Meski menyajikan ketegangan lewat kemunculan makhluk halus, kehadiran pemeran lain seperti Mamang Osa, Dodit Mulyanto, Wira Nagara, hingga Adi Sudirja yang memerankan dukun nyentrik Mbah Djambrong, menjadi garansi kuat bahwa aspek humor dalam film ini akan sangat mendominasi.

Fajar Nugra mengatakan, porsi komedi dalam film ini telah dipersiapkan secara matang sejak fase pra-produksi, sehingga para aktor dapat mengeksekusi adegan dengan maksimal di lokasi syuting.

"Semua komedi sudah dibuat sebelum syuting, di proses menulis dan diproses reading. Syuting tinggal jalanin apa yang sudah dibuat. Jadi saat syuting bisa fokus sama acting dan gimana cara bawain karakternya, karena komedinya sudah matang sebelum syuting," tegas Fajar Nugra.

Daya tarik lain dari film 'Dukun Magang' terletak pada eksplorasi mitos lokal mengenai hierarki makhluk halus, khususnya sosok Kuntilanak Hitam yang jarang diangkat ke layar lebar.

"Untuk kuntilanak, memang ternyata selama ini kan yang kita tahu kuntilanak tuh gitu aja bentuknya. Warnanya putih, rambutnya panjang, adanya di atas pohon. Tapi setelah kita pelajari lebih lanjut, ternyata kuntilanak itu bisa beda warnanya sesuai dengan kekuatannya. Ada yang merah, ada yang hitam, nah hitam itu kekuatannya yang paling tinggi," kata Hana Saraswati.

Para Pemain Film 'Dukun Magang'. (mia)
Para Pemain Film 'Dukun Magang'. (mia)

Dia menambahkan, diferensiasi warna tersebut merepresentasikan tingkat energi magis dari makhluk astral.

"Warnanya hitam itu adalah level yang paling tinggi di kekuatan kuntilanak. Kalau merah kayaknya nomor dua kalau nggak salah," imbuhnya.

Dengan bumbu konflik persahabatan yang erat, balutan komedi segar, hingga kejutan alur cerita, film 'Dukun Magang' menjadi rekomendasi sinema yang siap menghibur sekaligus memacu adrenalin penonton di momen liburan pertengahan tahun ini.

Film 'Dukun Magang' yang diproduksi Dens Vision Multimedia bersama Wahana Pictures akan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 18 Juni 2026.

Film ini didukung oleh Denny Januar, Muchtar Simanjuntak, Sahrul Gibran dan lain sebagainya.

 

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI