Bikin Haru! Main Film 'Takkan Kubiarkan Kau Menangis', Shanty Ingat Mendiang Ibu

Film 'Takkan Kubiarkan Kau Menangis'

Mia Taksaka | MataMata.com
Kamis, 11 Juni 2026 | 11:27 WIB
Para Pemain Film 'Takkan Kubiarkan Kau Menangis'. (ist)

Para Pemain Film 'Takkan Kubiarkan Kau Menangis'. (ist)

Pop.matamata.com - Penyanyi Shanty turut membintangi film drama berjudul 'Takkan Kubiarkan Kau Menangis' garapan sutradara Ferly Halim.

Di film tentang musik tersebut, Shanty berperan sebagai seorang ibu yang memiliki anak yang begitu senang bermain dan mendengarkan musik dengan jalan cerita film yang berdekatan dengan kehidupan asli Shanty.

"Lihat trailer filmnya saja aku sudah berkaca-kaca, sedih juga bagus ini filmnya," ucap Shanty di Travoy Hub, Pinang Ranti, Makasar, Jakarta Timur, Rabu (10/6/2026).

Pelantun lagu 'Indah Hari Ini' itu merasa interaksi tokoh ibu dan anak di film membuatnya merasa berada di posisi mendiang ibunya.

Shanty ingat perjuangan di awal karier bernyanyi hingga upaya meyakinkan ibu, bahwa jalur musik adalah pilihan hidupnya.

"Aku kayak jadi point of view (pov) almarhumah mama, ibuku dulu enggak mengizinkan bernyanyi," papar artis berusia 47 tahun tersebut.

Mendiang ibunya sempat meragukan Shanty sukses di musik.

"Sampai aku pertama menang AMI Awards sebagai 'Best New Singer', ibu baru 'Buktikan, terbang sana', dan aku diizinkan," jelasnya.

Shanty terharu saat melihat trailer filmnya.

"Ada kepuasan batin, film ini berkesan buat aku," ujar Shanty.

Baca Juga: Jadi Angin Segar di Film Nobody Loves Kay, Aurora Ribero Menyuarakan tentang Mimpi

Ferly Halim mengatakan, zaman sekarang banyak perbedaan cara berkomunikasi yang kerap menimbulkan kesalahpahaman.

Hal sederhana, seperti intonasi atau cara penyampaian, dapat membuat ibu dan anak salah memahami satu sama lain.

Ibu merasa anaknya tidak patuh, sementara anak merasa ibunya tidak menyayanginya.

Melalui film 'Takkan Kubiarkan Kau Menangis', Ferly ingin menyampaikan bahwa komunikasi yang baik adalah kunci untuk menciptakan suasana rumah yang damai, hangat, dan harmonis.

"Melalui film ini, saya ingin mengajak semua orang untuk lebih berani menunjukkan cinta kepada ibu selagi masih memiliki kesempatan," tegasnya.

Para Pemain Film 'Takkan Kubiarkan Kau Menangis'. (ist)
Para Pemain Film 'Takkan Kubiarkan Kau Menangis'. (ist)

Film ini mengusung kisah keluarga yang sarat emosi dengan menyoroti hubungan ibu dan anak yang renggang akibat kesalahpahaman.

Berlatar Kota Semarang, film ini mengikuti perjalanan Dika, seorang remaja yang merasa tidak pernah memenuhi harapan ibunya, Dini.

Di tengah konflik yang terus membesar, Dika menemukan ruang untuk mengekspresikan dirinya melalui musik.

Sebuah lagu kemudian menjadi penghubung yang membantu memperbaiki hubungan keduanya.

Ferly menjelaskan bahwa cerita tersebut lahir dari realitas yang banyak ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, kerenggangan antara ibu dan anak sering kali bukan disebabkan kurangnya kasih sayang, melainkan karena komunikasi yang tidak berjalan dengan baik.

"Sebagai anak, kita sering kali menganggap kasih sayang kepada ibu sebagai sesuatu yang sudah dipahami tanpa perlu diungkapkan. Padahal, ibu juga perlu merasakan dan mendengar bentuk kasih sayang itu secara langsung. Melalui film ini, saya ingin mengajak semua orang untuk lebih berani menunjukkan cinta kepada ibu selagi masih memiliki kesempatan," ucap Ferly Halim.

Selain mengangkat tema keluarga dan pencarian jati diri, musik menjadi elemen penting dalam film ini.

Sejumlah lagu populer dari Sheila On 7, seperti 'Dan', 'Kita', dan 'Hujan Turun', turut hadir untuk memperkuat suasana cerita.

Film ini juga menghadirkan dua lagu orisinal berjudul 'Takkan Kubiarkan Kau Menangis' dan 'Sahabat' yang dibawakan oleh Keisha Alvaro bersama Sand Band.

Deretan pemain yang terlibat antara lain Ari Irham, Shanty, Ariyo Wahab, Agoye Mahendra, Emiliano Cortizo, Teuku Rizky, hingga Didi Riyadi.

Melalui film ini, Langit Pictures Indonesia berharap dapat menghadirkan tontonan yang bukan hanya menghibur, tetapi juga mengingatkan pentingnya komunikasi, kasih sayang, dan kesempatan untuk memperbaiki hubungan dalam keluarga.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI