Aldy Riva dan Alexander Nicholi Asal AS, Temukan Teknologi IT Canggih 'Anodyne'

Teknologi Software

Mia Taksaka | MataMata.com
Jum'at, 24 April 2026 | 09:28 WIB
Aldy Riva dan Alexander Nicholi. (ist)

Aldy Riva dan Alexander Nicholi. (ist)

Pop.matamata.com - Teknologi masa kini sangat dibutuhkan bagi masyarakat Indonesia terutama yang berbasis komputer.

Saat ini Informasi Teknologi (IT) berkembang pesat di Indonesia.

Perusahaan besar dari Amerika Serikat mulai melakukan invasi ke beberapa negara seperti Indonesia, Singapura dan Malaysia untuk mengembangkan teknologi perangkat lunak atau software yang akan diproduksi  secara massal di Tanah Air.

Diprakasai oleh dua orang pemuda yang ahli di bidang IT, Aldy Riva dan Alexander Nicholi yang merupakan Warga Negara Amerika Serikat (AS) merencanakan kerjasama dengan pemerintah Indonesia.

"Saat ini masyarakat Indonesia menyukai produk-produk luar negeri yang made in Indonesia, meskipun produk dari Indonesia tapi brand ternamanya dari AS. Kita di sini akan memperkenalkan perangkat lunak yang terfokus khusus untuk komputer, latop dan lainnya yang alatnya lebih canggih dan desainnya lebih menarik dan sangat cocok untuk, pelajar, mahasiswa dan orang kantoran atau kaum pekerja," kata Aldy Riva, saat ditemui di Cafe Sam's Strawberry Kemang, Jakarta Selatan, kemarin.

Aldy Riva dan Alexander Nicholi. (ist)
Aldy Riva dan Alexander Nicholi. (ist)

Aldy Riva yang merupakan putra dari artis Anggia Novita ini memang berbakat di bidang IT merupakan lulusan sebuah universitas ternama dari Amerika Serikat.

Keduanya sepakat akan mendirikan perusahaan di Indonesia dibawah naungan PT. Anodyne atau PT. Atalantis.

"Kita sudah ada penawaran untuk menggandeng Kemenhan dengan mendirikan perusahaan yang berbasis di AS namun menggunakan tenaga kerja di sini," paparnya.

Perangkat lunak Anodyne ditemukan oleh Aldy Riva dan Alexander Nicholi.

Anodyne merupakan teknologi perangkat lunak yang memiliki tingkat keamanan tertinggi terutama soal perlindungan data pribadi yang tersimpat di komputer, laptop dan lainnya.

Baca Juga: BRIN Kembangkan Teknologi Plasma, Produksi Pupuk Nitrogen Jadi Lebih Ramah Lingkungan

"Kami merencanakan ini semua selama 5 tahun dari mulai tahun 2026 hingga nanti 2029 yang rencananya kantor berada di  kawasan Halim Perdana Kusumah, Jakarta Timur dan pabriknya berada di Majalengka," jelas Aldy.

Menurutnya, perangkat lunak tersebut bakal menjadi produk terlaris di dunia karena memiliki keunggulan dan kecepatan yang berbeda dari teknologi komputer saat ini.

"Alat yang khusus diproduksi di kantor pusat AS itu memiliki daya baterai yang kuat, tahan lama, tingkat keerorannya rendah dan desain yang cukup simpel," tambahnya.

Dibutuhkan dana sekitar Rp800 Miliar untuk mengeoperasikan perusahaan tersebut.

"Semua produknya dibuat di sini termasuk tenaga kerja, terkait teknologi keamanan dikerjakan di sana. Rencananya perusahaan AS ini akan membuat chipnya di Taiwan, tapi semua barang-barangnya casing, konektor dan lainnya dari Indonesia," tegasnya.

Aldy Riva dan Alexander Nicholi. (ist)
Aldy Riva dan Alexander Nicholi. (ist)

Tak hanya dirilis untuk masyarakat umum, tapi produk ini juga akan dipasarkan untuk perangkat kenegaraan di bidang teknologi IT.

"Kalau TNI atau kelembagaan negara lain menggunakan perangkat komputer atau latop kita yang canggih berarti kita kan bangga banget, baik dari segi keunggulan, teorinya, bentuknya hingga komponen lainnya," tegasnya.

Mulai tahun ini keduanya akan memulai kerjasama dengan membangun kantor, akan membuat komposisi komisaris, tenaga ahli, operating program dan lain sebagainya.

"Kita akan fokus di komputer, bukan di alutsita berat seperti rudal dan sebagainya," paparnya.

Pria yang akrab disapa Alex ini mengatakan jika perusahaannya tersebut akan mengusung kecanggihan prototiv dan teknologinya dibuat dengan Windows XP dari AS.

"Saya sudah biasa berkutat dengan komputer dari umur 12 tahun hingga saat ini," ucapnya.

Alex mengatakan kenapa dirinya berinvestasi di Indonesia, karena pangsa pasarnya menjanjikan dan biaya produksi lebih murah di bandingkan di negaranya.

"Selain membuka lapangan kerja, kita juga akan menyerap tenaga ahli dari sini, nanti di sesuaikan semua dengan peraturan yang ada dari pemerintah Indonesia," pungkas Alex.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI