Lulu Tobing dan Para Pemain Film 'Yang Lain Boleh Asal Kau Jangan'. (mia)
Pop.matamata.com - Menjadi seorang ibu, aktris senior Lulu Tobing memberikan kesan tersendiri di film terbarunya berjudul 'Yang Lain Boleh Asal Kau Jangan'.
Lulu Tobing memerankan tokoh Yuke yakni seorang ibu dan istri yang bekerja sebagai aparatur sipil negara (ASN).
Lulu Tobing mengaku jatuh cinta dengan jalan cerita filmnya, yang mengangkat potret seorang ibu dengan segala kekurangannya.
"Awalnya sakit perut dapat peran ini, saya sempat enggak percaya diri, tapi suka banget sama ceritanya, seru," ucap Lulu Tobing di Bioskop XXI Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026).
Lulu Tobing begitu tersentuh dengan kisah film yang akan tayang di bioskop seluruh Indonesia, mulai 13 Mei 2026 ini.
"Begitu baca skripnya, saya menangis berkali-kali, mendalam hingga enak untuk menggali emosi karakternya," papar artis berusia 48 tahun itu.
Bagi Lulu Tobing, kisah film drama ini sangat berbeda.
"Biasa saya berperan sebagai ibu yang susah secara ekonomi, itu gampang dipelajari, tapi kali ini saya dapat karakter yang punya penyakit tertentu, ada terobosan baru buat saya," jelasnya.
Lulu Tobing menegaskan, peran Yuke sangat sulit dimainkan karena emosi yang dihadapi cukup intens hingga harus berakting dengan berlinang air mata.
Demi menjaga emosinya, bintang sinetron 'Tersanjung' itu sampai mengasingkan diri.
Baca Juga: Lulu Tobing Pakai Kebaya Bali Dipuji Selangit: Wajah Nggak Berubah Sejak Sinetron Tersanjung!
Ia bahkan memilih tidak bergaul terlebih dahulu dengan teman-temannya di lokasi syuting.
"Saya menjaga emosi selama syuting sampai membatasi ketemu teman-teman supaya karakter saya nggak hilang,"ucap Lulu Tobing.

Lulu Tobing tidak kesulitan membangun chemistry dengan lawan mainnya seperti Ibnu Jamil, Yasmin Napper, hingga Jordan Omar.
"Mau setua apapun, kita pengen rasain ya kasih-sayang ibu," papar Lulu Tobing.
"Saya itu suka banget disuapin ibu saya kalau makan, dan itu pun masih saya rasakan saat saya sudah seumur sekarang," sambungnya.
Film yang disutradarai Kuntz Agus ini mengangkat perspektif mengenai seorang ibu yang mengalami penurunan ingatan.
"Saya sama Pak Sunil juga merasakan sebagai seorang anak yang punya ibu. Yang biasanya dia akan selalu menjaga, mengenang segala hal dalam berbagai macam peristiwa, ya ibu yang paling ingat," ucap Alim Sudio selaku penulis skenario.
"Dari situ kemudian kita merasa, bagaimana kalau seandainya seorang penjaga memori, seorang yang amat sangat diandalkan untuk mengenang segala sesuatunya, tiba-tiba dia kehilangan ingatannya? Betapa… betapa jejak-jejak, kalau dalam kehidupan bernegara tuh sejarawannya tiba-tiba hilang," tambah Alim Sudio.
Film ini awalnya bercerita tentang Kesha, seorang anak sulung yang sedang berada di fase transisi menuju dewasa.
Sebagai mahasiswi film, ia ingin mandiri dan lepas dari bayang-bayang rumah.
Namun, realita di rumah tidaklah sederhana.
Ada Kenya, anak tengah yang berprestasi dan selalu didukung penuh oleh ibu, serta Karlo, si bungsu yang membutuhkan perhatian ekstra karena kondisi kesehatannya.
Di tengah dinamika sibling rivalry dan keinginan untuk fokus pada masa depannya, Kesha justru harus dihadapkan pada kenyataan pahit.
Ibunya, Yuke Yolanda, jatuh sakit yang menyebabkan ia secara bertahap kehilangan ingatannya.
Kesha harus belajar bahwa mencintai keluarga terkadang berarti mengubah seluruh cara hidupnya.
Film ini dibintangi Lulu Tobing, Yasmin Napper, Sofia Shireen, Jordan Omar, Ibnu Jamil, dan lain sebagainya.