Pop.matamata.com - Sering membintangi film horor membuat Taskya Namya terkenal, meskipun demikian pemeran utama Erwina dalam film 'Hutang Nyawa' ini tak mau disebut sebagai Ratu Horor.
"Aku cukup 'Princes Horor' saja, Ratunya biar Bunda mendiang Suzanna," tutur Taskya Namya di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/12/2024).
Taskya mengatakan sepanjang kariernya sudah membintangi lebih dari 15 film horor.
Di tahun ini dua dari tiga film terakhirnya yang dirilis adalah film horor.
"Berapa ya, kayaknya sepanjang karier akting film 'Hutang Nyawa' ini horor ke 17 saya deh," ucap Taskya Namya.
Sementara itu pemain film 'Hutang Nyawa' lainnya, Rachel Venya mengatakan dirinya berperan sebagai Tri, rekan Erwina yang juga sama-sama bekerja menjadi buruh pabrik tekstil.
"Aku kan orang introvert ya, beruntungnya di film ini bersama Erwina mendapatkan chemistry yang bagus," tegasnya.
Film yang diproduksi Visinema Pictures dan Legacy Pictures ini disutradarai oleh Billy Christian, film ini mengangkat tema perjanjian gaib sebuah keluarga di pabrik tua.
Cerita film 'Hutang Nyawa' diadaptasi dari utas (thread) viral yang ditulis oleh sineas Yosep Anggi Noen di media sosial X (dulu Twitter).
Utas yang ditulis pada April 2023 itu telah dibaca lebih dari 12,8 juta views dengan ribuan komentar.
Benang merah film ini akan mengikuti kisah Erwina, seorang perempuan sekaligus anak bungsu dalam keluarga.
Sejak kecil hingga dewasa, Erwina merasa keberadaannya tidak pernah benar-benar diterima oleh keluarganya sendiri.
Dia selalu berjuang sendiri dan menjadi tulang punggung keluarga setelah ayahnya meninggal.
Namun, kebaikannya seolah tak dilihat keluarganya.
Suatu ketika, Erwina mendapat pekerjaan di sebuah pabrik dan mesti tinggal jauh dari keluarganya.
Saat jauh dari keluarga itulah, Erwina perlahan menemukan ada kejanggalan di keluarganya juga di pabrik tersebut.
Rupanya, ada sebuah rahasia besar yang selama ini tertutupi.
Sutradara Billy Christian mengatakan saat mulai menggarap film horor ini, satu hal yang menjadi fokusnya ialah perihal pendekatan visual dan cerita.
Sebab, di tengah banjir film horor, Billy merasa perlu selalu ada pembaharuan dalam pendekatan visual dan cerita.
Salah satu elemen horor yang digunakan dalam film ini ialah pocong.
Namun, alih-alih menjadikan pocong sebagai sesuatu yang meneror, Billy justru menyajikannya secara berbeda dan lebih menganggu.
"Jadi, film ini kan mencoba bercerita tentang tumbal. Orang-orang yang jadi tumbal itu kan ketika hidup mereka sudah kacau kan, nah ketika mati pun kondisi mereka akan lebih kacau lagi," papar Billy.
Billy mengatakan, jika pelaku tumbal ketika hidup banyak menumbalkan, ketika mereka mati giliran mereka yang ditumbalkan dengan lebih mengerikan.
Premis ini yang kemudian menjadikan visual entitas gaib di filmnya menjadi lebih terasa menganggu.
Dalam film ini, Billy menjadikan entitas pocong menjadi begitu penuh kengerian.
Tidak hanya lewat visualnya, tetapi peran atau perlakuan mereka ketika berada di alam gaib.
Tak hanya mewujudkan entitas horor yang sudah familiar, Billy juga menciptakan satu entitas baru.
Di alam itu, ada semacam pemimpin gaib dengan gambaran tinggi, besar, dan berambut panjang.
"Dia tidak masuk ke dalam golongan gendurwo atau apa pun yang kita kenal. Sesuatu entitas yang bahkan lebih mengerikan," imbuhnya.
Sementara itu, produser Cristian Imanuell mengatakan secara cerita, utas viral dari Anggi Noen ini telah memiliki premis dan log line yang sangat kuat.
Film ini mengombinasikan drama keluarga dan mitos yang dekat dengan masyarakat.
"Di film ini mengangkat isu pabrik, keluarga, dan utang yang seluruhnya menjadi satu kesatuan," jelasnya.
Dalam menggarap film ini, Cristian pun mencoba melakukan beberapa penyegaran dengan menggandeng sejumlah talenta baru.
Dia menyebut ada beberapa co-produser muda dari Visinema yang terlibat.
Film 'Hutang Nyawa' dibintangi Mike Lucock (Pemeran Pak Ilyasa), Muhammad Khan (Pemeran Awang), Rachel Vennya (Pemeran Tri) dan Taskya Namya (Pemeran Erwina).
Film 'Hutang Nyawa' tayang mulai 12 Desember 2024 di bioskop seluruh Indonesia.
Tag
Berita Terkait
-
Review Film Kuyank: Saatnya Horor Berbicara soal Realita Kultural, Bukan Hiperbola
-
Ghost Train: Saat Horor Jadi Cermin Sifat Gelap Manusia
-
'Kitab Sijjin dan Illiyyin' Dominasi Bioskop, Bukti Film Horor Indonesia Terus Naik Kelas
-
Diproduksi di Indonesia, Film 'Orang Ikan' Bawa Mitos Nusantara ke Layar Lebar Dunia
-
Hadapi Kutukan, Luna Maya Beberkan Perjalanan Syuting Film Horor 'Jalan Pulang'
Terpopuler
-
Dinilai Terlalu Vulgar! Foto Topless Jennie BLACKPINK, Picu Pro dan Kontra
-
Polda Maluku Berkomitmen Tuntaskan Kasus Dugaan Gratifikasi Bupati MBD, 6 Saksi Diperiksa
-
Dicap Antagonis, Meriam Bellina Lepas Image Jahat di Film 'Titip Bunda di Surga-Mu'
-
William dan Oliver Roberts Kompak di Sinetron 'Asmara Gen Z'
-
Adegan Ciuman, Fajar Sadboy Bikin Salfok Marsha Aruan di Web Series 'Yang Penting Ada Cinta'
Terkini
-
Para Pemenang DA 7, Tasya hingga April Siap Isi Program Ramadan Indosiar
-
Saskia Chadwick Bintangi Film 'Tolong Saya', jadi Edukasi untuk Pelajar di Luar Negeri
-
Vakum 8 Tahun, Rianti Cartwright Kembali Bintangi Film: Kangen Akting
-
Ngeri! Akibat Cuaca Buruk, Helikopter Raffi Ahmad Nyaris Jatuh di Bali
-
Mongol Stres dan Donny Damara Kuras Emosi di Film 'Jangan Seperti Bapak'