Adu Gaya Selvi Ananda, Kahiyang Ayu, dan Erina Gudono saat Akad Nikah. (Instagram/jimboeng_photography)
Pop.matamata.com - Masih terbawa suasana bahagia sebagai pengantin baru, Erina Gudono menceritakan banyak hal di balik layar acara pernikahannya dengan Kaesang Pangarep.
Dia mengungkapkan kalau semua konsep pernikahannya dipilih langsung oleh dirinya juga Kaesang.
"Ada banyak cerita di balik layar acara pernikahan ini. Acara yang dikonsep oleh aku dan Kaesang sesuai selera kami, dari tema, motif kain, busana, alur acara, dan segala perintilan lainnya," beber Erina.
Satu hal yang paling ingin diceritakannya adalah soal makeup yang digunakan Erina untuk akad nikah.
Menurutnya sudah banyak yang menyarankan dirinya untuk memakai Paes Ageng Yogyakarta. Hanya saja, Erina butuh waktu untuk akhirnya memutuskan kesediaannya.
"Termasuk untuk rias dari awal mas kaesang, Ibu, Mama, dan Gusti Putri titip pesan untuk memakai Paes Ageng Yogya, tapi butuh waktu lama untuk akhirnya aku memantapkannya bahkan sampai lima hari sebelum acara," katanya.
Bukan tanpa alasan, Erina Gudono ingin menggunakan makeup tersebut bukan karena keinginan orang lain melainkan harus dari hatinya.
"Karena aku mau melakukannya dengan hati hati dan sepenuhnya untuk menyebarkan budaya Yogyakarta ke masyarakat. Harapannya makin banyak orang tahu bahwa di balik indahnya riasan Paes Ageng Yogyakarta, dari cithak, centhung, paes prada, alis menjangan, dan sebagainya ternyata tersimpan banyak filosofi agung di dalamnya," tambahnya.
Erina kemudian menjelaskan filosofi dari dandanannya di akad nikah. Menurutnya itu punya banyak makna di baliknya.
"Filosofi ini menjadi bentuk harapan bagi pengantin wanita dan pria dalam menjalani kehidupan pernikahan," katanya.
Tambahan informasi, Paes Ageng Yogyakarta yang terdiri dari beberapa detail punya maknanya sendiri-sendiri. Misalnya, penunggul punya harapan agar pengantin wanita bisa jadi wanita yang unggul. Kemudian pengapit bermakna sebagai istri harus mendampingi suami dan harus patuh. Ada juga godek yang bermakna istri harus tajam pemikiran, harus siap memilih mana yang baik dan buruk.