Pop.matamata.com - Mitos atau kepercayaan lama masyarakat Jawa menyebutkan bahwa tidak semua pohon diciptakan hanya untuk memberi keteduhan.
Sebagian dipercaya menjadi tempat bersemayam energi gelap, saksi bisu tragedi, bahkan pintu perlintasan makhluk tak kasat mata, salah satunya adalah Pohon Waru.
Mitos inilah yang diangkat secara mendalam dalam film horor terbaru berjudul Waru, sebuah horor berbalut mitos, kearifan lokal, dan kisah-kisah yang konon kerap benar-benar terjadi di tengah masyarakat.
Diproduksi oleh Adglow Pictures bersama Suraya Filem, Film Q, dan Megah Sinema Indonesia, Waru tak sekadar menyajikan ketakutan instan, tetapi menghidupkan kembali cerita-cerita yang selama ini hanya dibisikkan: tentang pohon Waru yang tak boleh ditebang sembarangan, tempat orang hilang, kesurupan, hingga kematian misterius.
Produser Aji Fauzi menggandeng Chiska Doppert sebagai sutradara, dengan Ery Sofid sebagai penulis skenario. Kombinasi ini menghadirkan horor yang tak hanya menakutkan secara visual, tetapi juga menghantui secara emosional dan spiritual.
Film ini diperkuat jajaran pemain lintas generasi, mulai dari Bella Graceva, Zikri Daulay, Jinan Safa, Josiah Hogan, Sharifah Husna, Dewi Amanda, Sean Mikhail, hingga aktris senior Yatti Surachman, yang memegang peran krusial sebagai sosok Iblis Waru.
Sutradara Chiska Doppert menjelaskan bahwa keangkeran Pohon Waru bukan sekadar mitos tanpa dasar.
"Waru itu punya kanopi yang sangat lebar, membuat area di bawahnya gelap, sejuk, dan lembap. Kondisi ini dalam kepercayaan masyarakat sering diasosiasikan sebagai tempat yang nyaman bagi makhluk astral, karena minim cahaya dan relatif sunyi, orang tua dulu melarang kita melewati pohon waru di saat magrib bahkan dilarang keras melihat keatas pohon saat melewatinya," tegas Chiska, Selasa (13/1/2026).
Kepercayaan ini semakin diperkuat dengan banyaknya kisah nyata tentang orang yang sakit mendadak, kerasukan, atau mengalami kejadian aneh setelah beraktivitas di sekitar pohon waru tertentu.
Penulis skenario Ery Sofid menambahkan pohon waru memang tumbuh luas di Indonesia, terutama di pulau jawa.
Waru sering ditemukan di pesisir pantai, tepi sungai, muara, hingga dataran rendah dan tinggi.
Jenis Waru Gunung bahkan dikenal tumbuh di wilayah pegunungan Jawa Tengah dan Jawa Timur daerah yang juga kaya akan cerita mistis turun-temurun.
Proses syuting film 'Waru' dilakukan di sejumlah lokasi yang dikenal memiliki aura mistis, seperti Bogor, Sukabumi, Solo dan Gunung lawu, Karang Anyar, memperkuat atmosfer cerita.
Produser Aji Fauzi menegaskan bahwa film ini dirancang sebagai pengalaman horor nasional.
"Mulai 12 Februari 2026, Iblis Waru akan gentayangan di bioskop kesayangan Anda," ungkapnya.
Meski mengusung horor mitologis, Waru hadir berbeda.
Film ini menekankan drama yang kuat, konflik emosional, dan plot twist tak terduga, menjadikannya bukan sekadar film horor, tetapi juga kisah tragis tentang manusia, dosa, dan warisan gelap yang tak pernah benar-benar mati.
Penonton akan dibuat merinding oleh teror-teror Iblis Waru yang yang bersemayam di Pohon tempat pemujaan persembahan korban pesugihan kepala.
FIlm Horor ini menampilkan teror sebuah pohon dengan akar-akarnya yang merambat memenggal kepala korbannya, bukan berlebihan.
WARU bukan hanya film horor, tetapi peringatan akan mitos yang selama ini kita anggap cerita lama karena mungkin, sebagian dari cerita itu benar adanya.
Film 'Waru' menceritakan tentang seseorang terpasung karena sering kerasukan dan mengancam nyawa keluarganya, Lydia (Dewi Amanda) memohon Nadine (Bella Graceva) untuk memusnahkan pohon terkutuk di kampung halaman orang tuanya tempat bersemayam jin jahat yang dikenal sebagai Iblis Waru.
Namun pesan terakhir Lydia dianggap omong kosong orang sakit, hingga kematiannya justru memicu teror mengerikan yang menghantui Nadine, Adrian (Zikri Daullay), Anya Jinan Safa, dan Haqi (Sean Mikhail).
Didorong rasa bersalah dan teror yang semakin nyata, mereka pergi ke rumah tua peninggalan kakek-nenek Nadine di tengah hutan, mencari pohon terkutuk tersebut.
Disana, gangguan mistik kian menjadi, termasuk kemuncu an sosok nenek gaib yang ternyata adalah perwujudan Iblis Waru yang berusaha menggagalkan niat mereka.
Penemuan surat perjanjian pesughan beraksara Jawa kuno mengungkap kebenaran mengerikan: Lydia pernah meng kat perjanjian dengan Iblis Waru, menukar kemakmuran dengan tumbal kepala manusia setiap tahun.
Kedatangan Reza (Josiah Hogan) dan Sarah (Syarifah Husna) memperdalam konflik, ketika terungkap bahwa perjanjian itu dibuat demi kesejahteraan keluarga setelah perceraian.
Kini, satu-satunya jalan keluar adaah memusnahkan pohon terkutuk yang memiliki kekuatan gaib tersebut sebelum Iblis Waru menagih tumbal berikutnya.
Yuk ikut update terbaru di medsos.
Film 'Waru' akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia, pada Kamis 12 Februari 2026.
Berita Terkait
-
Karina Icha Gunakan Ilmu Pelet Tingkat Tinggi di Film 'Lintrik'
-
Cut Syifa Kagumi Akting Eza Gionino di Sinetron 'Cinta di Ujung Sajadah'
-
Cut Syifa Difitnah Jadi 'PSK' di Sinetron 'Cinta di Ujung Sajadah', Begini Kisahnya
-
Slamet Rahardjo dan Yatti Surachman: Dua Aktor Senior yang Membawa Kehangatan di Balik Layar Rahasia Rasa
-
Ayu Aulia Menyesal Bucin sama Zikir Daulay: Nggak Bau, Cuma Mokondo
Terpopuler
-
Celine Evangelista Merasa Dijebak di Film 'Penunggu Rumah Buto Ijo'
-
Syarief Khan hingga Jarwo Kwat, Ramaikan Kuis 'Dream Box Indonesia'
-
Diduga Wanprestasi, Adly Fairuz Digugat Hampir Rp 5 Miliar di PN Jaksel
-
Tak Gentar! Doktif Siap Bongkar Kasusnya di Pengadilan, Usai Jadi Tersangka Laporan Richard Lee
-
Menegangkan! Michelle Ziudith dan Taskya Namya Adu Chemistry di Film 'Alas Roban'
Terkini
-
Wow! Diva Ramaniya Hadirkan Lagu 'Tempat Berlabuh', Suaranya Mirip Raisa
-
Film 'Papa Zola The Movie', Kisahkan Pejuang Keluarga
-
Syarief Khan, Judika dan Daus Separo Ucapkan Selamat Atas Jabatan Baru, Kombes Pol Budi Prasetya
-
Tanggapi Gugatan Wanprestasi Rp5 Miliar, Adly Fairuz Siap Hadapi Persidangan
-
Michelle Ziudith Berpasangan Mesra dengan Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra'