Pop.matamata.com - Usai Idul Adha tahun ini, masyarakat Indonesia akan dimeriahkan dengan penayangan film komedi horor terbaru berjudul 'Dukun Magang'.
Film garapan sutradara Chiska Doppert ini menghadirkan cerita tentang mahasiswa skeptis yang harus berhadapan langsung dengan dunia mistis saat meneliti dunia perdukunan demi menyelesaikan skripsinya.
Diproduksi oleh Dens Vision Multimedia bekerja sama dengan Wahana Pictures, film 'Dukun Magang' menggabungkan unsur horor, komedi, konflik persahabatan, dan benturan antara logika modern dengan tradisi mistis.
Film berdurasi 100 menit ini diproduseri oleh Sahrul Gibran dan Jems Sumartumin, serta ditulis oleh Endik Koeswoyo, Mo Sidik, dan Adi Nugroho.
Cerita film 'Dukun Magang' berpusat pada Raka Mahardika, mahasiswa tingkat akhir yang percaya bahwa dunia mistis hanya bualan.
Namun, hidupnya berubah setelah skripsinya terus ditolak oleh dosennya, Pak Arief.
Dalam upaya terakhir agar tidak terancam gagal menyelesaikan kuliah, Raka memilih topik penelitian tentang dunia perdukunan di Desa Kalimati, sebuah desa terpencil yang dikenal kuat dengan tradisi gaib.
Perjalanan Raka ke Desa Kalimati tidak ia lakukan sendiri.
Ia datang bersama Boiman, sahabatnya yang penakut tetapi setia, serta Sekar, teman kampus yang berasal dari desa tersebut.
Sekar menjadi penghubung antara Raka dengan kehidupan masyarakat Kalimati yang masih memegang erat tradisi mistis.
Awalnya, Raka hanya ingin mengumpulkan bahan skripsi.
Namun, situasi berubah ketika ia dan teman-temannya mulai menemukan ritual aneh, rumah-rumah tua, serta warga desa yang menyimpan banyak rahasia.
Mereka kemudian bertemu Mbah Djambrong, dukun legendaris yang eksentrik, bijak, dan memiliki peran penting dalam menjaga desa dari gangguan gaib.
Ketegangan meningkat saat Raka tanpa sengaja memicu kemarahan Kuntilanak Hitam, entitas gaib yang telah lama terkurung di Desa Kalimati.
Teror itu memaksa Raka mempertanyakan keyakinannya sendiri.
Mahasiswa yang semula menolak semua hal mistis itu akhirnya harus menghadapi kenyataan yang tidak bisa ia jelaskan dengan logika.
Film ini menempatkan Jefan Nathanio sebagai Raka, karakter utama yang skeptis, ambisius, sarkastik, tetapi memiliki rasa ingin tahu tinggi.
Jefan mengatakan, tantangan terbesar selama proses produksi bukan hanya terletak pada pendalaman karakter, tetapi juga ritme syuting yang padat di luar kota.
"Tantangan terbesar lebih ada di waktu shooting yang lumayan padat, karena di sana kita shooting di luar kota, yang di mana kita enggak tahu cuaca seperti apa. Karena itu salah satu tantangan terbesar juga sih, tapi selebihnya enjoy banget," ucap Jefan, Jumat (29/5/2026).
Sementara itu, Hana Saraswati memerankan Sekar, sosok cerdas, percaya diri, ceria, dan sangat menghargai tradisi mistis.
Bagi Hana, Sekar menjadi karakter yang menarik karena mampu mempertemukan cara pandang modern dengan tradisi yang hidup di Desa Kalimati.
"Menurut aku, Sekar itu karakter yang menarik karena dia punya sisi modern, tapi tetap dekat dengan budaya dan tradisi desanya. Aku mencoba memahami Sekar sebagai sosok yang melihat dunia mistis bukan hanya sebagai sesuatu yang menakutkan, tapi juga bagian dari kehidupan yang perlu dihargai," ungkap Hana.
Fajar Nugra hadir sebagai Boiman, sahabat Raka yang penakut, humoris, sok tahu, tetapi sangat setia kawan.
Dalam film ini, Boiman menjadi salah satu sumber komedi yang mengimbangi ketegangan horor di Desa Kalimati.
"Semua komedi sudah dibuat sebelum syuting, diproses menulis dan di proses reading. Syuting tinggal jalanin apa yang sudah dibuat. Jadi saat syuting bisa fokus sama acting dan gimana cara bawain karakternya, karena komedinya sudah matang sebelum syuting," ungkap Fajar.
Deretan pemain lain juga memperkuat cerita, mulai dari Adi Sudirja sebagai Mbah Djambrong, Yan Patroman sebagai Pak Bambang, Wira Nagara sebagai Tejo, Mang Osa sebagai Tarno, Salsabila Zahra sebagai Surti, Dodit Mulyanto sebagai Mas Mulyanto, hingga Mo Sidik sebagai Pak Arief.
Melalui perpaduan komedi dan horor, film 'Dukun Magang' tidak hanya menghadirkan teror dari dunia gaib.
Film ini juga membawa konflik tentang persahabatan, keberanian, warisan tradisi, serta cara manusia melihat hal-hal yang berada di luar batas nalar.
Dengan latar Desa Kalimati yang penuh misteri, film 'Dukun Magang' mencoba menawarkan pengalaman menonton yang ringan, menegangkan, sekaligus dekat dengan budaya lokal.
Film ini dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 18 Juni 2026.
Berita Terkait
-
14 Hari Tayang, Film 'Semua Akan Baik-Baik Saja' Garapan Baim Wong Tembus 1 Juta Penonton
-
Ketika Cinta Menjelma Jadi Dendam Mematikan: 'Badut Gendong' Resmi Meneror Bioskop Mulai Hari Ini
-
Ketika Semesta Qodrat Menyambut Lahirnya Teror Badut Gendong, yang Siap Mengoyak Jagat Sinematik Horor Indonesia!
-
Garap Film 'Dayak', Ivan Bandhito Ungkap Sejarah Masyarakat Kalimantan
-
Charles Gozali Hadirkan Badut Gendong, Horor-Action Penuh Teror dan Luka yang Menguras Emosi
Terpopuler
-
JPU Diduga Lupa Agenda Sidang Kasus Reinhart Muljadi di PN Jakbar, Pengacara Nilai Sarat Kejanggalan
-
Pernah Duduki Posisi Top Chart Tangga Lagu, ASBAK Band Percaya Diri Rilis Lagu 'Izinkan Aku Menjagamu'
-
Ratusan Warga Nagarawangi bersama Lifebuoy Gelar Zumba, UMKM hingga Games di Tasikmalaya
-
Garap Film 'Dayak', Ivan Bandhito Ungkap Sejarah Masyarakat Kalimantan
-
Usai Raih Penghargaan MURI, Band Dadali Hadirkan Lagu 'Tanpa Dirimu di Sisiku'
Terkini
-
Angkat Kisah Romantis! ILIR7 Yakin Lagu 'Seandainya Tercipta Untukku' bakal Viral
-
Tahun 2026, New Syclon Siap Bersaing di Industri Musik Tanah Air, lewat Lagu 'Sebenarnya Masih Cinta'
-
XERF Gunakan Teknologi Canggih untuk Perawatan Lifting dan Tightening yang Natural, Nyaman dan Efektif
-
Tawarkan Konsep Menarik, Cantika Davinca Ingin Lagu 'Mencintai Tak Dicintai' Disukai Banyak Orang
-
Rayakan Idul Adha 1447 H, Masjid Al Falaah RBK Gelar Salat Ied hingga Pemotongan Kurban, 1 Sapi dan 4 Ekor Kambing