Pop.matamata.com - Dunia literasi Indonesia kembali kedatangan karya besar berupa novel yang ditulis oleh Khansa
Maria.
Peraih Penghargaan 'Ahmad Tohari Awards 2025' ini resmi meluncurkan novel keduanya berjudul 'GUIWU' di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Banyumas, pada Sabtu (30/8/2025).
Acara ini menjadi bagian dari rangkaian Banyumas International Literacy Festival (BilFest) 2025.
Novel 'GUIWU' langsung menarik perhatian publik karena mengangkat kisah misteri keluarga
yang dibalut dengan latar sejarah dan budaya Tionghoa peranakan di Banyumas.
Novel ini menjadi naskah terpilih dalam 'Ahmad Tohari Awards 2025'.
"Novel saya yang pertama berjudul 'Teleportasi', kalau yang sekarang dirilis itu judulnya 'GUIWU'. Novel ini menceritakan tentang seorang remaja yang mencoba mengungkap kebenaran dari misteri masa lalu keluarga peranakan Tionghoa di Banyumas. Jadi ada misteri keluarga, sejarah, gejolak politik, dan trauma antar generasi, semua setting utamanya di Kota Banyumas," kata Khansa Maria, Minggu (31/9/2025).
Khansa Maria menuturkan bahwa ide novel 'GUIWU' berangkat dari pengalaman pribadinya yang tumbuh di lingkungan keluarga besar.
Ia sering merasa ada cerita-cerita yang hanya dibisikkan, namun tidak pernah benar-benar diceritakan secara terbuka.
"Saya selalu bertanya, kenapa kita jarang berbicara tentang masa lalu? Apakah karena takut, atau karena ada kebenaran yang menyakitkan di dalamnya?"ungkap Khansa Maria.
Novel ini bercerita tentang seorang gadis remaja bernama Rhea yang menemukan kamar
terkunci di rumah tua leluhurnya di Kota Lama Banyumas saat perayaan Cheng Beng.
Baca Juga
Pintu itu akhirnya membuka jalan menuju rahasia keluarga, luka sejarah, dan arwah yang masih
belum tenang.
Bukan Sekadar Fiksi
Meski bergenre fiksi misteri, GUIWU menyentuh tema yang lebih dalam: trauma lintas
generasi.
"Novel ini ingin menggambarkan bagaimana luka masa lalu bisa diwariskan ke anak cucu, dan hanya keberanian yang bisa memutus rantai itu," tambah Khansa.
Selain bicara tentang keluarga, GUIWU juga menyinggung peristiwa sejarah kelam yang
menimpa warga peranakan Tionghoa di Indonesia sekitar tahun 1960-an.
Sentuhan ini membuat cerita terasa lebih relevan dengan realitas sosial, tanpa kehilangan daya pikat
misterinya.
Acara peluncuran novel berlangsung meriah diantaranya ada sosialisasi 'Ahmad Tohari Awards' dan pertunjukan musik spesial dari Bagas Swastikaswara.
Para peserta yang hadir tampak antusias terutama ketika Khansa berbicara tentang bagaimana fiksi bisa menjadi jembatan untuk menghadapi masa lalu.
"Kadang, satu buku saja bisa membuka pintu keberanian untuk bicara soal hal-hal yang selama ini terkunci rapat," ucap Khansa.
Alumni Magister Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman ini mengatakan jika novelnya tersebut baru memulai cetakan pertama.
"Untuk jumlah novelnya penerbit yang mengurus semuanya, penerbitnya dari Omera, salah satu penerbit Indie di Banyumas," tegasnya.
Khansa Maria juga mengatakan para peserta cukup antusias dalam menyambut peluncuran novelnya tersebut, sehingga melebihi kapasitas undangan.
"Banyak banget yang datang, dari kapasitas 90 orang, ini ada 100 orang lebih yang hadir, alhamdulilah selain itu banyak yang mendukung juga dari Bilfest, Omera Pustaka, FIB, komunitas literasi dan sastra, 'Ahmad Tohari Awards', RRI, Ekraf (Kementerian Ekonomi Kreatif) dan dukungan datang dari orang tua, anak, suami dan lainnya juga, terima kasih atas segala motivasinya," jelasnya.
Khansa Maria berharap novel 'GUIWU' bisa diterima oleh masyarakat Indonesia.
"Semoga novel ini menginspirasi pembaca, dan dapat membuka ruang diskusi bagi setiap anggota keluarga," harapnya.
Rencananya novel tersebut juga akan dibuat sekuelnya.
Novel setebal hampir 300 halaman ini diterbitkan oleh Omera Pustaka dengan harga spesial
Rp 49.999 selama masa pre-order.
Penjualan novel 'GUIWU' sendiri dilakukan melalui marketplace Shopee, dengan sistem COD maupun pembayaran digital.
Tag
Terpopuler
-
William dan Oliver Roberts Kompak di Sinetron 'Asmara Gen Z'
-
Adegan Ciuman, Fajar Sadboy Bikin Salfok Marsha Aruan di Web Series 'Yang Penting Ada Cinta'
-
Adly Fairuz Dilaporkan Pidana ke Polres Jaktim dan Besok Hadapi Sidang Perdata di PN Jaksel
-
Diduga Lakukan Pelanggaran Kode Etik, Notaris Berinisial FH Dilaporkan ke Majelis Pengawas Daerah
-
Bella Graceva dan Zikri Daulay Bintangi Film 'Pohon Waru', Kisahkan Iblis Perenggut Jiwa yang Malang
Terkini
-
Ngeri! Akibat Cuaca Buruk, Helikopter Raffi Ahmad Nyaris Jatuh di Bali
-
Mongol Stres dan Donny Damara Kuras Emosi di Film 'Jangan Seperti Bapak'
-
Dinilai Terlalu Vulgar! Foto Topless Jennie BLACKPINK, Picu Pro dan Kontra
-
Polda Maluku Berkomitmen Tuntaskan Kasus Dugaan Gratifikasi Bupati MBD, 6 Saksi Diperiksa
-
Dicap Antagonis, Meriam Bellina Lepas Image Jahat di Film 'Titip Bunda di Surga-Mu'