Pop.matamata.com - Publik terhenyak usai mengetahui bahwa vonis mati Ferdy Sambo dibatalkan. Komika Tretan Muslim memberikan sindiran telak menanggapi keputusan MA.
Pelawak tunggal sekaligus aktor tersebut mengungkap bahwa hukum di Indonesia "pay to win". Perlu diketahui, istilah "pay to win" akrab bagi para gamer.
Game pay to win biasanya adalah game yang membutuhkan uang dalam membeli item atau skin untuk meraih kemenangan. Tretan Muslim menyamakan hukum di Indonesia seperti game MOBA dan FPS populer yang digandrungi anak muda.
Sebagai informasi, Mahkamah Agung (MA) mengabulkan kasasi Ferdy Sambo atas putusan hukuman mati dalam kasus pembunuhan Brigadir J. Mengingat kasasi dikabulkan, Ferdy Sambo tak jadi dihukum mati dan menjadi pidana penjara seumur hidup. Tretan Muslim buka suara serta menantang konten kreator untuk menyindir hukum di Indonesia.
"Makan dimsum bersama donat, hukum kok disunat? Chuakss. Saya yakin nggak ada konten kreator yang berani bicara kasus Ferdy Sambo. Karena semua pasti hanya berani komen di postingan Lambe Turah. Banyak postingan yang semua komen. Tapi saya yakin tidak ada konten kreator yang berani mempertanyakan hukum di Indonesia," kata Tretan Muslim dikutip dari YouTube Tretan Universe, Jumat (11/08/2023).
Pria bernama asli Aditya Muslim ini berpendapat bahwa hukum di Indonesia cukup aneh. Ia juga memperlihatkan gerakan parodi yang menyiratkan adanya "kongkalikong" dalam memberikan keputusan hukum.
"Ferdy Sambo ini kan awalnya akan dihukum mati, tapi disunat. Hukumannya disunat. Nggak cuma dia, ada beberapa orang yang terlibat, juga dapat potongan. Malah yang aneh, adalah pengacaranya Brigadir J katanya kena ITE atau apa ketangkap. Sedangkan geng-gengnya Ferdy Sambo pada disunat semua. Kuat Ma'ruf juga pasti disunat pasti karena kuat.. (peragakan parodi). Kita tahulah semua ya teman-teman, nggak usah peneliti hukum dunia untuk melihat," sambungnya.
Tretan Muslim menilai bahwa kita tak perlu mengundang pengamat untuk memprediksi keputusan hukum di Indonesia. Ia berpendapat, hukum di Indonesia semacam pay to win (membayar untuk menang).
"Tidak perlu pengamat amnesti atau pengamat hukum internasional untuk tahu di Indonesia bahwa hukum memang..(peragakan parodi). Hukum di Indonesia setara Mobile Legends, pay to win. Setara Point Blank, pay to win," kata Tretan Muslim.
Ia menilai, hukum di Indonesia hanya akan menyakiti masyarakat kecil, namun tumpul ke atas. "Itu semacam jadi rahasia umum lah, kalau hukum di Indonesia ini katanya bahwa tumpul ke atas tajam ke bawah. Itu menurut saya nggak bener sih. Hukum di Indonesia itu tumpul ke atas, runcing tembus ke bawah. Kalau ke bawah tuh tombaknya tembus sampai ke palung laut tuh cep! cep! Orang miskin, cep! Nenek-nenek pencuri cokelat, cep!" pungkasnya.
Berita Terkait
-
DPR Soroti Vonis Mati Calon Hakim Agung terhadap Ferdy Sambo
-
Balas usai Sebut Dirinya Buta, Ini Doa Adul buat Panji Pragiwaksono
-
Langsung Cipok Suami saat Masih PDKT, Kiky Saputri Dicap Binal
-
Marak Artis Selingkuh, Kiky Saputri Yakin Suami Setia
-
Istri Positif Narkoba, Bintang Emon Colek BNN: Alca Kena Pergaulan Bebas, Tolong Dibina Pak!
Terpopuler
-
Mongol Stres dan Donny Damara Kuras Emosi di Film 'Jangan Seperti Bapak'
-
Dinilai Terlalu Vulgar! Foto Topless Jennie BLACKPINK, Picu Pro dan Kontra
-
Polda Maluku Berkomitmen Tuntaskan Kasus Dugaan Gratifikasi Bupati MBD, 6 Saksi Diperiksa
-
Dicap Antagonis, Meriam Bellina Lepas Image Jahat di Film 'Titip Bunda di Surga-Mu'
-
William dan Oliver Roberts Kompak di Sinetron 'Asmara Gen Z'
Terkini
-
Bupati Sudewo Ditangkap KPK! Penyanyi Lia Ladysta '3 Srigala', Bereaksi Keras
-
Para Pemenang DA 7, Tasya hingga April Siap Isi Program Ramadan Indosiar
-
Saskia Chadwick Bintangi Film 'Tolong Saya', jadi Edukasi untuk Pelajar di Luar Negeri
-
Vakum 8 Tahun, Rianti Cartwright Kembali Bintangi Film: Kangen Akting
-
Ngeri! Akibat Cuaca Buruk, Helikopter Raffi Ahmad Nyaris Jatuh di Bali