Pop.matamata.com - Artis Marshanda merasa prihatin dengan kasus kekerasan seksual yang menimpa perempuan begitu marak di Indonesia.
Marshanda baru saja merampungkan film terbarunya berjudul 'Saat Aku Bersuara'.
Film ini mendorong para penyintas untuk berani bersuara dan melawan.
Marshanda mengatakan, proses syuting membuatnya benar-benar merasakan dinamika perasaan yang dialami tokohnya.
Mulai dari kesedihan mendalam hingga munculnya optimisme baru, seluruh emosi itu menjadi bagian penting dalam membangun karakter Nadia.
"Selama syuting rasa yang, emosi yang beneran aku rasakan, ini kan beragam banget ya. Dari down sampai dia punya harapan lagi," ucap Marshanda dalam konferensi pers film di XXI Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (14/6/2026).
Menurut perempuan yang akrab disapa Caca itu, ada satu emosi yang justru terasa paling menantang untuk dimainkan.
Bukan rasa sedih atau putus asa, melainkan perasaan berharap di tengah ketidakpastian yang dialami korban.
"Mungkin ini buat aku ya, buat Caca gitu, untuk perasaan manusia seperti depresi, putus harapan, putus asa, memutuskan untuk menyerah, berharap, lalu berjuang menurut aku di antara semua itu yang paling sulit dan paling hebat yang seseorang bisa rasakan adalah berharap," ungkapnya.
Ia menilai harapan menjadi sesuatu yang sangat berat ketika seseorang tidak mengetahui apakah perjuangannya akan membuahkan hasil atau justru berakhir sia-sia.
Kondisi tersebut menjadi salah satu sisi emosional yang paling kuat dalam perjalanan karakter Nadia.
"Karena punya rasa berharap, tapi ketika enggak ada janji di depan gitu apakah akan dibela, apakah akan dianggap, apakah bisa jadi sia-sia aja gitu berharapnya. Apakah akan menjadi valid dilabel ini itu. Tapi ketika tetap punya harapan, itu sulit sekali ya," tambahnya.
Marshanda mengaku banyak belajar dari sosok Nadia.
Karakter tersebut mengajarkannya untuk berani menghadapi perasaan paling gelap sekalipun dan tidak menolak emosi yang muncul dalam kehidupan.
"Jadi banyak sekali emosi yang menantang dari karakter Nadia dan membuat aku lebih berani untuk merasa gitu ya. Jadi aku belajar dari karakter Nadia. Orang yang berani merasakan hari-hari tergelap dan terseramnya adalah orang yang paling bisa menghargai hari-hari terindahnya," tambahnya.
Sutradara Sonu mengatakan, film ini menawarkan sudut pandang yang berbeda dibandingkan kebanyakan film bertema kekerasan seksual.
Menurut Sonu, film 'Saat Aku Bersuara' tidak hanya berfokus pada trauma yang dialami korban, tetapi juga pada keberanian perempuan untuk bangkit dan bersuara demi mendapatkan keadilan.
"Ini isu yang penting, apalagi isu sosial seperti ini belum pernah diungkapkan dari sisi yang berbeda. Kita pernah punya beberapa film yang mengangkat kekerasan seksual atau pelecehan seksual, tetapi lebih banyak dari sisi pengalaman traumatisnya," papar Sonu.
"Nah, kami punya ide bahwa kenapa tidak mengangkat sisi ketika perempuan berani bersuara dan bangkit. Ini akan menjadi fenomena yang berbeda," papar Sonu.
Hal senada disampaikan penulis film, Tisa TS.
Menurut Tisa, film ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menghentikan budaya bungkam terhadap kasus kekerasan seksual.
"Kita tidak cuma menonton film sebagai hiburan, tetapi juga menyaksikan sebuah gerakan untuk membuat orang-orang berhenti bungkam. Jadi hari ini teman-teman menjadi saksi bahwa segala sesuatu yang selama ini dibungkam tidak boleh terjadi lagi," tambah Tisa.
Sinopsis film 'Saat Aku Bersuara' mengisahkan Nadia, seorang pengacara muda yang hidupnya berubah setelah mengalami kekerasan seksual.
Di tengah kebahagiaannya menjelang pernikahan, Nadia harus menghadapi peristiwa yang membuatnya trauma.
Awalnya, Nadia memilih diam dan merasa malu atas kejadian tersebut.
Namun, seiring waktu, ia perlahan bangkit dan terdorong untuk membantu para perempuan lain yang mengalami kekerasan seksual.
Film ini dibintangi oleh Marshanda, Teuku Rifnu Wikana, Rini Yulianti, Hana Malasan, Ibnu Jamil, Nino Fernandez, Lukman Sardi, Cut Mini, serta Lydia Kandou.
Film 'Saat Aku Bersuara' akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 18 Juni 2026.
Berita Terkait
-
Memiliki Penampilan Gemuk dan Brewokan, Aliando Syarief Bantah jadi Dukun di Film 'Narik Sukmo'
-
Ramai Tuduhan Perselingkuhan, Ucapan Lawas Marshanda Soal Baim Wong Kembali Jadi Sorotan
-
Vina Panduwinata Gandeng Marshanda hingga Citra Scholastika Rilis Album Baru
-
Sienna Sebut Wajahnya Cantik karena Gen Marshanda, Interaksi Ibu dan Anak Dipuji Netizen: Berhasil Mendidik
-
Takut Jawab Ditanya soal Calon Suami buat Putrinya, Marshanda: Gue Aja Belom Nikah Lagi!
Terpopuler
-
Penuh Emosi dan Kecewa, Band Dadali Resmi Rilis Lagu 'Disaat Kau Berubah'
-
Irish Bella Bangga, Sang Suami Dukung Film 'Dosa Penebusan atau Pengampunan'
-
Lewat Lagu 'Jangan Ngebut', Cantika Davinca ungkap Kegelisahan Cinta
-
Melalui Lagu 'Aku Bisa', Rucky Markiano Bangkit dari Luka dan Keterpurukan
-
Rawat Kecantikan, Jennifer Bachdim Makin Percaya Diri Gunakan Elara Skin Indonesia
Terkini
-
Kocak! Gegara Skripsi, Jefan Nathanio jadi Orang Sakti di Film 'Dukun Magang'
-
Ciara Brosnan hingga Jefan Nathanio, Kompak Dalami Peran Menantang di Sinetron 'Asmara Gen Z'
-
Alasan Berobat Intensif, Majelis Hakim PN Jakbar Kabulkan Permohonan Penahanan Terdakwa RM
-
Bikin Haru! Main Film 'Takkan Kubiarkan Kau Menangis', Shanty Ingat Mendiang Ibu
-
Lewat Lagu 'Sampai Kapan Kupendam', Asbak Band Ceritakan Cinta Dalam Diam