Pop.matamata.com - Lebih Penting Anak Bahagia Ketimbang Berprestasi, Sandra Dewi Banjir Pujian
Aktris dan model Sandra Dewi kembali menjadi sorotan publik. Istri Harvey Moeis ini kembali disorot atas apa yang dikatakannya baru-baru ini.
Melansir dari unggahan akun Instagram @pembasmi.kehaluan.reall pada Kamis (23/3/2023), Sandra Dewi menceritakan sedikit soal gaya parenting yang ia miliki.
Terutama terkait dengan pendidikan yang diterima oleh anak-anaknya, yang berkaitan dengan peran guru sekaligus lingkungan sekolah.
Sembari bertemu dengan awak media, Sandra Dewi mengungkap perbincangan yang ia miliki dengan guru dari anak-anaknya di sekolah.
Ia mengatakan jika dirinya tidak perlu anak-anaknya menjadi sosok yang berprestasi di sekolah. Meski begitu, ia memiliki harapan jik mereka tumbuh menjadi anak-anak yang bahagia saat menempuh pendidikan di sekolah.
"Aku bilang ke guru-guru mereka. 'Saya tidak perlu anak saya berprestasi, yang penting anak saya, bahagia di sekolah'," ujar Sandra Dewi.
Tak hanya itu, Sandra Dewi mengungkap rasa bahagia yang ia peroleh saat mendengar jika anaknya tumbuh menjadi anak yang baik selama di sekolah.
"Sama akutu, lebih seneng, anakku yang gedhe, kebetulan, anakku yang besar ini kebetulan dipanggilnya anak yang baiklah, itu aku lebih seneng," tambahnya.
Ucapan Sandra Dewi yang lebih mengutamakan kebahagiaan dari anak ini pun banjir pujian dari netizen.
Baca Juga
"Exactly. Anak pintar tapi tertekan kasihan sekali. Setiap anak punya bakat dan kepintaran ymg berbeda, ada yang pintar dibidang akademis, seni, olah raga, public speaking dsb," puji netizen.
"Iya dong, walaupun emaknya dulu berprestasi tapi anak gak harus dipaksa untuk berprestasi juga. Berprestasi alhamdulillah, enggak ya gak masalah," tambah yang lain.
"Gua sih gamasalah mau anak dapet rank/engga," ujar netizen lainnya.
Berita Terkait
-
Menteri PPPA Resmikan Ruang Bersama Indonesia di Cilacap, Dorong Pembangunan Berperspektif Gender
-
Kawendra Lukistian: Kasus Amsal Sitepu Cederai Semangat Presiden Prabowo Majukan Ekraf
-
Menag Instruksikan Madrasah Kawal Implementasi Pembatasan Medsos Anak di Bawah 16 Tahun
-
PP Tunas Berlaku 28 Maret: Daftar Platform Digital yang Belum Patuh Aturan Perlindungan Anak
-
Ruri 'Repvblik' bersama 80Proof Ultra, Gelar Santunan Anak Yatim di Tangerang
Terpopuler
-
Arya Saloka Bintangi Sinetron 'Terikat Janji', Aparatur Negara Nyamar jadi Tukang Ketoprak Misterius
-
Poppy Sovia dan Lolox Bintangi Film 'Tiba-Tiba Setan', Padukan Horor dan Komedi
-
Beby Tsabina Merasa Deg-degan, Perankan Pahlawan Emmy Saelan
-
Hana Saraswati Merasa Sensitif di Film Horor 'Aku Harus Mati'
-
Lia Warokka Rayakan Idul Fitri Tahun Ini dengan Penuh Prihatin: Dampak Perang Hambat Ekonomi
Terkini
-
Laura Basuki Miliki Tantangan Berat di Film 'Yohanna', Nyetir Mobil Pick-up hingga Bermain Kuda
-
Imelda Therinne Didapuk Bintangi Film 'Songko', Angkat Mitos Urban Legend dari Sulawesi Selatan
-
Indosiar Buka Audisi 'Band Academy', Siap Lahirkan Talenta Muda di Industri Musik
-
Ketagihan! Bintangi Film 'Warung Pocong', Shareefa Daanish Ingin Main Genre Horor Berbalut Komedi Lagi
-
Jadi Ustadz di Film 'Kupilih Jalur Langit', Emir Mahira Merasa Tertarik Dalami Agama Sendiri