Terluka! September Band Terima Kenyataan Lewat Lagu 'Cinta Takkan Pergi'
matamata.com - Ada sebuah kenyataan yang tidak bisa diubah, sekeras apapun seseorang berusaha melawannya.
Di titik itulah kedewasaan diuji, menerima semua keadaan tanpa harus berpura-pura baik-baik saja.
Lagu berjudul 'Cinta Takkan Pergi' menjadi ruang bagi September Band untuk menyampaikan bahwa menghadapi kepahitan hidup bukan berarti menyerah, melainkan memahami bahwa ada hal-hal yang memang harus diterima.
"Lagu ini sendiri menceritakan tentang bagaimana kita menjaga makna cinta, tentang keteguhan hati, dan sikap dewasa, saat kita dihadapkan ketika kehidupan menghadirkan kenyataan yang berbeda dari harapan," tutur Bobby, personel September Band, Senin (5/10/2026).
Dibalut konsep pop romantis, lagu ini mengandalkan perpaduan sound yang akrab dan mudah diterima telinga.
September Band menempatkan lirik yang lugas sebagai pusat cerita, sementara arransemen mengalir tanpa berlebihan.

Hasilnya, pesan tentang kedewasaan dan penerimaan terasa dekat dengan keseharian, tanpa perlu dibungkus dramatisasi yang berlebihan.
September Band bukan nama baru dalam lanskap musik pop Indonesia.
Bobby dan Ipoet sudah berjalan bersama sejak 2007, ketika September Band masih diperkuat formasi yang lebih lengkap.
Baca Juga: Usung Genre Musikal, Drama dan Komedi, Happy Asmara Bintangi Film 'Cidro Asmoro'
Dalam rentang empat tahun, mereka sempat merilis dua album pop dan satu album religi sebelum akhirnya aktivitas band perlahan berhenti pada 2011.
Delapan tahun kemudian, keduanya kembali bertemu di titik yang sama, masih dengan keinginan untuk terus membuat musik.
Keinginan itu melahirkan AETHER Band pada 2019.
"Awalnya gua pengen aktifin lagi September, cuma dari semua personel yang diajak, cuma Bobby yang masih punya visi dan misi yang sama," kata Ipoet, personel September Band, mengenang awal perjalanan mereka kembali ke industry musik.
AETHER kemudian menjadi ruang baru untuk melanjutkan proses kreatif yang pernah mereka bangun bersama.
Sejak 2019, Bobby dan Ipoet mulai menulis, merekam, dan merilis karya dengan pendekatan yang lebih dekat dengan lanskap musik pop hari ini.
Enam lagu berhasil dirangkum dalam sebuah EP yang dirilis bertahap sepanjang 2023 hingga 2025.
Di tengah perjalanan itu, keduanya merasa ada cerita yang memang layak kembali disampaikan lewat nama yang pernah mereka tinggalkan.
September Band pun kembali hadir, membawa EP baru yang juga akan dirilis secara bertahap.
"Lagu Rindu Untuk Kamu" menjadi pintu pembuka dari babak tersebut.
Di AETHER maupun September, Bobby dan Ipoet tidak berusaha mengulang apa yang pernah mereka buat belasan tahun lalu.
Musik mereka bergerak mengikuti pengalaman dan waktu.
Aransemen pop yang hangat dipadukan dengan pilihan sound yang terasa akrab di telinga, sementara lirik-liriknya memilih berbicara secara langsung tanpa banyak metafora.
Pengalaman Bobby menggarap musik untuk iklan, sinetron, hingga film ikut memberi perspektif baru terhadap cara mereka membangun suasana dalam setiap lagu.
"Dari pengalaman gua yang sering membuat musik untuk backsound iklan, sinetron ataupun film, itu justru jadi nilai tambah dalam membentuk warna musik AETHER," tegas Bobby.
Alih-alih menetap dalam satu formula, Bobby dan Ipoet memilih membiarkan setiap lagu menemukan karakternya sendiri.
Ada benang merah yang tetap menghubungkan seluruh karya mereka, tetapi setiap rilisan memiliki warna yang berbeda sesuai cerita yang ingin disampaikan.
Ruang eksplorasi itu menjadi sesuatu yang mereka syukuri selama proses berkarya.
"Kita diberikan keleluasaan oleh produser untuk mengeksplor lebih jauh kemampuan dan imajinasi bermusik. Tapi semua tetap dikerjakan dengan cermat," tutur Ipoet.
Barangkali, di titik itulah September hari ini berdiri, bukan untuk mengulang masa lalu, melainkan melanjutkan perjuangan yang sempat terhenti.