Alih Profesi dari Arsitek ke Cosplayer Pocong di Film 'Conjurig, Dito Darmawan Keberatan

Film 'Conjurig'

Mia Taksaka | MataMata.com
Selasa, 29 September 2026 | 07:35 WIB
Alih Profesi dari Arsitek ke Cosplayer Pocong di Film 'Conjurig, Dito Darmawan Keberatan

Alih Profesi dari Arsitek ke Cosplayer Pocong di Film 'Conjurig, Dito Darmawan Keberatan

matamata.com - Hidup di Jakarta tidaklah mudah meskipun berbekal gelar sarjana, hal itu dialami Dito Darmawan.

Ia harus rela meninggalkan profesi arsitek di perusahaan besar multi nasional lantaran tak setuju dengan sifat bosnya yang arogan.

Dito pun akhirnya kembali ke kampung halamannya di Bandung dan beralih profesi menjadi cosplayer pocong bersama para seniman di kota kembang tersebut.

Memerankan karakter hantu ternyata tak semudah yang dibayangkan.

Hal itulah yang dirasakan oleh Dito Darmawan saat didapuk sebagai pemeran utama dalam film drama komedi terbaru berjudul 'Conjurig'.

Dalam film produksi Global Borneo Entertainment bersama Bima Sakti Pictures dan Imagine ini, Dito berperan sebagai Piit.

Dia seorang pemuda terpuruk yang memilih menyambung hidup menjadi cosplayer pocong di kawasan Alun-Alun Bandung.

Harus tampil dalam balutan kain kafan serta riasan tebal ala hantu di bawah terik matahari menjadi ujian berat tersendiri bagi Dito Darmawan.

"Ternyata jadi pocong itu enggak semudah kelihatannya. Riasannya tebal, apalagi syutingnya juga tidak hanya di malam hari, jadi makin menantang, berat juga menjalaninya," tutur Dito Darmawan, saat ditemui di FX Senayan, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026).

Mathias Muchus. (Matamata.com/Yuliani)
Mathias Muchus. (Matamata.com/Yuliani)

Tantangan Dito tak berhenti pada fisik saja, sebagai pemeran utama, ia dituntut untuk mengekspresikan emosi Piit yang rumit, sementara wajah dan tubuhnya terhalang oleh riasan tebal serta kostum pocong.

Baca Juga: Bintangi Film 'Gak Ada Matinya', Benidictus Siregar Takut Beradu Akting dengan Mathias Muchus

"Padahal Piit ini karakter yang emosinya kompleks, ada sedih, ada usaha buat nutupin luka, jadi saya harus cari cara sendiri buat tetap nyampein itu di tengah keterbatasan kostum dan riasan," tegasnya.

Film 'Conjurig' sendiri terinspirasi dari fenomena nyata komunitas Comjurig di Bandung, yakni kelompok cosplayer hantu yang biasa menghibur wisatawan di kawasan Asia Afrika dan Braga.

Sutradara Tubagus Deddy menjelaskan bahwa di balik kerumitan riasan tebal yang dipakai para pemain, ada pesan mendalam yang ingin disampaikan.

"Cosplayer-cosplayer ini jujur soal apa yang mereka lakukan, mencari uang dengan cara yang mereka pilih sendiri. Justru banyak orang di luar sana yang enggak pakai topeng secara fisik, tapi malah menyembunyikan kejujuran mereka, itu yang ingin Conjurig angkat," tegas Tubagus Deddy.

Dalam ceritanya, perjuangan Piit (Dito Darmawan) semakin berwarna ketika ia bertemu dengan Tamy (Maizura), seorang cosplayer gothic misterius yang melarikan diri dari bayang-bayang nama besar keluarganya.

Trie Utami. (Instagram/@iietrieutami)
Trie Utami. (Instagram/@iietrieutami)

Pertemuan keduanya di jalanan Bandung menghadirkan kisah penyembuhan luka hati yang dibalut kehangatan dan humor.

"Selain ceritanya yang dekat dengan keseharian, kami juga ingin Conjurig jadi ruang buat talenta muda Bandung tampil berdampingan dengan aktor-aktor senior seperti Mathias Muchus, Joe P Project, Bucek Deep, dan Ferry Maryadi. Ini cara kami membawa wajah lokal Bandung ke layar lebar nasional," kata Muhammad Ariza Darmawan dari Global Borneo Entertainment.

Film ini juga dikemas dengan cerita perjuangan, rasa kemanusiaan dan pengkhianatan cinta.

Film tersebut dibintangi oleh Maizura sebagai Tamy, Shella Fernanda sebagai Susan, Ferry Maryadi sebagai Gubernur Bandung, Mathias Muchus sebagai Ayah Piit, Bucek Deep sebagai Bos, Joe P Project sebagai Kang Juju, Trie Utami sebagai Trie Utami, Anyun Cadel, Ikbal Fauzi, Wina Marrino dan lain sebagainya.

Film 'Conjurig' akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 1 Oktober 2026.

×
Zoomed