Viola Harahap Dirikan VM Pictures, Siap Produksi Film Perdana Akhir Tahun 2026
matamata.com - VM Pictures (VMP) resmi diperkenalkan sebagai production house yang mempersiapkan produksi film perdananya yang dijadwalkan mulai dikerjakan pada akhir 2026.
Kehadiran VM Pictures ditandai dengan kesiapan memasuki tahap produksi setelah melalui proses awal pengembangan proyek, sekaligus membangun fondasi sebagai rumah produksi yang bergerak di sejumlah bidang industri kreatif.
VM Pictures didirikan oleh empat orang diantaranya Viola Harahap, Muhtar Mili, Kicky Herlambang, dan Lukman Hqeem.
Masing-masing membawa pengalaman dan peran yang berbeda dalam membangun perusahaan produksi yang kini mulai memasuki tahap konkret melalui proyek film pertamanya.
Bagi Viola Harahap, kehadiran VM Pictures merupakan langkah untuk membangun ruang produksi yang dapat mempertemukan gagasan kreatif dengan proses kerja yang nyata.
"Buat kami, VM Pictures bukan hanya soal mendirikan sebuah perusahaan. Kami ingin mulai dari karya. Karena itu, film menjadi salah satu langkah pertama yang kami persiapkan," tegas Viola Harahap, Rabu (23/9/2026).

Sebagai production house baru, VM Pictures saat ini tengah mempersiapkan sebuah film yang ditargetkan mulai diproduksi pada akhir tahun 2026.
Persiapan produksi mencakup pengembangan materi cerita, kebutuhan produksi, talent, kru, serta berbagai aspek teknis yang diperlukan sebelum proses pengambilan gambar dimulai.
Viola mengatakan tahap awal tersebut menjadi momentum penting bagi VMP untuk menerjemahkan gagasan menjadi sebuah karya yang dapat dipertanggungjawabkan secara kreatif maupun produksi.
"Setiap film punya prosesnya sendiri. Kami sedang mempersiapkan semuanya supaya ketika masuk produksi, tim sudah memiliki arah yang jelas," tegasnya.
Baca Juga: Lewat Film Lobang Buaya, Hanung Bramantyo Ingin Buka Ruang Diskusi Soal Kejadian 1965
Menurut Viola, sebuah production house baru memiliki tantangan tersendiri ketika harus menerjemahkan visi kreatif ke dalam produksi nyata.
Karena itu, VMP memilih membangun langkahnya secara bertahap, dimulai dari proyek yang sedang dipersiapkan saat ini.
Film tersebut nantinya menjadi karya yang memperkenalkan VM Pictures kepada publik sekaligus menjadi bagian awal dari perjalanan perusahaan di industri perfilman.
Salah satu pendiri VM Pictures, Muhtar Mili, mengatakan film menjadi salah satu bidang utama yang ingin dikembangkan VMP sejak awal.
Menurutnya, industri kreatif memiliki ruang yang luas dan production house dapat mengambil peran dalam berbagai bentuk produksi.
"Film menjadi salah satu fokus utama kami. Tetapi kami juga melihat ada advertising, multimedia, podcast, dan music. Lima bidang ini menjadi bagian dari kegiatan VM Pictures," ucap Muhtar.
Kelima bidang tersebut merupakan fondasi bisnis awal VMP, yaitu film, advertising atau periklanan, multimedia, podcast, serta music termasuk music video.
Namun, Muhtar menegaskan bahwa untuk tahap awal, perhatian utama perusahaan adalah memastikan produksi film yang tengah dipersiapkan dapat berjalan dengan baik.
"Yang paling penting sekarang adalah kita produksi dulu. Kita buktikan bahwa proyek yang sudah disiapkan bisa diwujudkan menjadi karya," ucapnya.
Bagi Viola, membangun sebuah production house tidak cukup hanya dengan memiliki nama dan struktur perusahaan.
Karya menjadi bagian penting untuk memperkenalkan karakter sebuah rumah produksi kepada publik.
Karena itu, persiapan film yang akan memasuki produksi akhir tahun ini menjadi salah satu perhatian utama para pendiri VM Pictures.
"Orang akan mengenal kita dari karya yang kita buat. Jadi kami ingin mempersiapkan film ini dengan serius, mulai dari cerita sampai seluruh proses produksinya," ucap Viola.
Ia menambahkan bahwa VMP ingin memberikan ruang bagi kolaborasi antara orang-orang yang memiliki pengalaman di industri dengan talenta-talenta baru yang memiliki potensi.
Bagi sebuah rumah produksi yang baru berdiri, proses tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk membangun hubungan dengan aktor, kru, pekerja kreatif, serta berbagai pihak yang terlibat dalam produksi film.
Selain film, VM Pictures sejak awal menetapkan lima bidang utama yang menjadi ruang aktivitas perusahaan.
Pertama adalah film, sebagai salah satu fokus utama perusahaan.
Kedua adalah advertising atau periklanan, termasuk kebutuhan produksi audiovisual untuk brand dan perusahaan.
Pilar ketiga adalah multimedia, yang mencakup berbagai bentuk produksi konten digital.
Keempat adalah podcast, yang berkembang seiring meningkatnya kebutuhan terhadap konten berbasis audio-visual dan percakapan.
Sementara bidang kelima adalah music, termasuk produksi music video.
Lima bidang tersebut memberikan ruang bagi VM Pictures untuk bekerja dalam berbagai bentuk produksi kreatif, tanpa menghilangkan fokus awalnya untuk masuk ke industri film melalui proyek yang sedang dipersiapkan.

Membangun Identitas di Ruang Digital
Bersamaan dengan persiapan produksi, VM Pictures juga mulai membangun identitas perusahaan melalui kanal digital.
Website dan media sosial akan digunakan untuk memperkenalkan VM Pictures, para pendirinya, aktivitas perusahaan, serta perkembangan proyek-proyek yang sedang dikerjakan.
Lukman Hqeem, salah satu pendiri VM Pictures yang menangani sisi Story, Development & Content, mengatakan kehadiran digital tersebut menjadi bagian dari cara perusahaan memperkenalkan dirinya kepada publik sejak awal.
"Film memang membutuhkan proses yang panjang. Tetapi perusahaan tetap bisa berkomunikasi dengan publik selama proses itu berjalan," ucap Lukman.
Menurutnya, aktivitas digital dapat menjadi ruang untuk memperlihatkan berbagai sisi dari sebuah production house, mulai dari cerita, proses kreatif, orang-orang di balik produksi hingga karya yang nantinya dihasilkan.
Dengan persiapan yang terus berjalan, VM Pictures kini menempatkan produksi film perdana sebagai agenda penting pada penghujung 2026.
Tahap produksi tersebut akan menjadi langkah konkret pertama VMP setelah diperkenalkan sebagai production house baru.
Viola mengatakan proses membangun perusahaan produksi membutuhkan keberanian untuk memulai, sekaligus keseriusan untuk menyelesaikan setiap tahap yang sudah direncanakan.
"Kami tahu perjalanan ini tidak sebentar. Tapi semuanya harus dimulai dari satu karya, satu produksi, dan satu langkah nyata," tandasnya.