Rider Kalisari R2L. (ist)
Pop.matamata.com - Di tengah padatnya dinamika pelayanan publik dan urusan tata negara di tingkat akar rumput, para pemangku kepentingan di Kelurahan Kalisari, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, mengambil langkah segar untuk melepaskan penat sekaligus memperkuat tali silaturahmi.
Sebuah komunitas yang menamakan diri mereka Rider Kalisari R2L (sebuah akronim yang merepresentasikan pilar-pilar lokal: RT, RW, dan LMK) sukses menggelar agenda touring bersama Jilid 2 pada Sabtu, 20
Juni 2026.
Perjalanan yang memadukan hobi berkendara dan misi penguatan koordinasi wilayah ini mengambil rute menuju kawasan asri Bogor, Jawa Barat.
Dua destinasi utama yang dipilih menjadi titik kumpul dan ruang diskusi santai adalah Curug Cipamingkis serta Ki Demang Farmer & Coffee Brewer.
Kegiatan ini bukan sekadar konvoi kendaraan roda dua biasa.
Kehadiran jajaran struktural pemerintahan tingkat kecamatan serta tokoh-tokoh sentral dari Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), Rukun Warga (RW), hingga Rukun Tetangga (RT) menegaskan bahwa agenda ini memiliki nilai strategis dalam membangun chemistry kerja yang lebih solid demi melayani warga Kalisari.

Atmosfer kebersamaan sudah terasa kental sejak di titik keberangkatan.
Deretan sepeda motor dari berbagai tipe yang dikendarai oleh para abdi masyarakat ini berbaris rapi.
Rute menuju Curug Cipamingkis di kawasan Sukamakmur, Bogor, dikenal memiliki karakteristik jalanan yang menantang mulai dari tanjakan terjal, kelokan tajam, hingga hamparan pemandangan hijau yang menyegarkan mata.
Perjalanan ini menuntut konsentrasi tinggi, kedisiplinan dalam berkendara, serta rasa saling menjaga antarpasukan touring. Karakteristik perjalanan luar kota seperti inilah yang secara tidak langsung menguji kekompakan tim di luar jam dinas formal mereka.
Baca Juga: Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Menteri Rosan: Investasi Jadi Motor Resiliensi Nasional
Setelah menempuh perjalanan yang cukup memacu adrenalin, rombongan tiba di Curug Cipamingkis untuk menikmati kesejukan alam, sebelum akhirnya bergeser ke Ki Demang Farmer & Coffee Brewer untuk melaksanakan sesi ramah tamah, makan siang bersama, dan diskusi santai di tengah aroma kopi yang menenangkan.
Keberhasilan acara ini tidak lepas dari partisipasi aktif para tokoh wilayah yang sehari-harinya menjadi garda terdepan dalam menyerap aspirasi masyarakat.
Berikut adalah daftar tokoh yang turut serta dalam agenda touring R2L kali ini:
Agus Sulaiman (Wakil Camat Pasar Rebo), Arief Maulana (Ketua RW 03 Kelurahan Kalisari), Yan Sumarna (LMK RW 03), Herrtitove (LMK RW 11), Adi Sholihin (Ketua RT 11 RW 01), Rosidi Ketua (RT 02 RW 03), Suyadi (Ketua RT 05 RW 03), Ruddie (Ketua RT 04 RW 03), Sofyan (Ketua RT 08 RW 03), Syafiih (Ketua RT 10 RW 03), Subiyanto (Ketua RT 02 RW 09), Denny (Ketua RT 07 RW 09), Arief (Pengurus Koperasi Merah Putih Kelurahan Kalisari), Syafaat (Tokoh Warga RT 02 RW 09) dan Octavin Teddy Pastriyanto, S.S. (Ketua RT 09 RW 10).
Kombinasi kehadiran dari tingkat Wakil Camat hingga jajaran Ketua RT ini menunjukkan adanya komunikasi vertikal dan horizontal yang berjalan dengan sangat baik di lingkungan Kecamatan Pasar Rebo, khususnya Kelurahan Kalisari.
Wakil Camat Pasar Rebo, Agus Sulaiman, yang ikut langsung dalam rombongan berkendara ini, memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap inisiatif pembentukan dan kegiatan Rider Kalisari R2L.
Di sela-sela rehat di Ki Demang Farmer & Coffee Brewer, beliau menyampaikan pandangannya mengenai esensi dari kegiatan luar kantor seperti ini.
"Saya sangat mengapresiasi kegiatan touring ini. Ini bukan sekadar perjalanan wisata atau hobi semata, melainkan sebuah ajang persaudaraan yang sangat efektif. Melalui momentum informal seperti ini, kita dapat meluruhkan sekat-sekat birokrasi yang kaku, sehingga ke depan dapat menciptakan komunikasi yang jauh lebih baik, lebih cepat, dan lebih cair dalam menyelesaikan berbagai permasalahan warga di lapangan," ujar Agus Sulaiman.
Menurutnya, koordinasi yang diawali dengan hubungan emosional yang baik cenderung lebih responsif dan minim hambatan miskomunikasi.

Meluruhkan Kepenatan Tugas Kemasyarakatan
Menjadi seorang pengurus lingkungan di kota megapolitan seperti Jakarta bukanlah perkara mudah.
Setiap hari, para ketua RT, RW, dan anggota LMK dihadapkan pada berbagai persoalan administratif, konflik sosial, hingga urusan infrastruktur wilayah.
Hal inilah yang mendasari komentar dari LMK RW 011, Herrtitove.
Herrtitove mengungkapkan bahwa agenda touring ke Bogor ini menjadi penawar yang sangat pas di tengah padatnya rutinitas.
"Kegiatan ini terbukti mampu meluruhkan kepenatan setelah setiap harinya kita semua disibukkan dan menyita waktu serta pikiran untuk menjalankan tugas-tugas kemasyarakatan. Kembali ke alam, berkendara bersama rekan sejawat, dan tertawa lepas di sini membuat energi kita kembali terisi penuh untuk kembali melayani warga Kalisari," tutur Herrtitove dengan senyum semringah.
Senada dengan yang disampaikan Wakil Camat, Ketua RW 03 Kelurahan Kalisari, Arief Maulana, menekankan pentingnya keselarasan gerak antara pengurus Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW).
Baginya, wilayah Kelurahan Kalisari yang luas memerlukan kerja sama yang tidak terfragmentasi.
"Acara ini dirancang sedemikian rupa agar dapat mencairkan komunikasi. Kami ingin melancarkan sinergi antar-RT dan RW, khususnya di Kelurahan Kalisari. Ketika di meja rapat kita mungkin sering berargumen, maka di atas motor dan di tempat kopi seperti Ki Demang ini, kita menyatukan visi. Jika komunikasi antar-pengurus sudah cair, maka program-program pembangunan dan pelayanan dari kelurahan maupun kecamatan akan berjalan jauh lebih lancar," urai Arief Maulana.
Salah satu pandangan yang menarik dan filosofis disampaikan oleh Ketua RT 09 RW 10, Octavin Teddy Pastriyanto, S.S. sebagai seorang akademisi dan praktisi lingkungan, ia melihat ada korelasi kuat antara seni mengendarai sepeda motor dengan seni memimpin sebuah wilayah, sekecil apa pun skalanya.
Teddy menambahkan catatan penting yang menjadi refleksi mendalam bagi seluruh peserta touring.
"Dalam touring ini, kita tidak hanya menunjukkan kepiawaian teman-teman dalam berkendara di jalanan yang berliku dan penuh rintangan. Lebih dari itu, saya berharap kita semua juga bisa piawai dalam 'mengendarai' jabatan di lingkungan masing-masing. Jabatan sebagai RT, RW, maupun LMK adalah amanah yang memiliki tanggung jawab besar. Kita harus tahu kapan harus 'menarik gas' untuk mempercepat pembangunan, kapan harus 'mengerem' untuk meredam konflik, dan bagaimana menjaga keseimbangan agar organisasi kemasyarakatan kita tidak oleng," tegas Teddy secara filosofis.
Kegiatan yang berakhir pada sore hari tersebut menyisakan kesan mendalam bagi seluruh peserta.
Perjalanan pulang menuju Jakarta ditempuh dengan semangat baru. Keberadaan komunitas Rider Kalisari R2L diharapkan tidak berhenti sampai di kegiatan kali ini saja, melainkan dapat menjadi agenda rutin yang dikombinasikan dengan kegiatan sosial, seperti bakti sosial atau pemantauan wilayah (ronda bermotor).
Dengan suksesnya touring Jilid 2 di pertengahan tahun 2026 ini, Rider Kalisari R2L telah membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu harus dibicarakan di dalam ruang rapat yang formal dan kaku.
Dari aspal jalanan menuju sejuknya angin Bogor, para pemimpin lokal Kalisari ini telah mengikat komitmen bersama.