Lia Ladysta dan Vando Sambo (instagram/@lia3srigala)
Pop.matamata.com - KPK menangkap Bupati Pati, Sudewo dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar di Pati, Jawa Tengah pada Senin (19/1/2026 lalu atas dugaan korupsi, gratifikasi dan pemerasan.
Hebohnya penangkapan tersebut dikomentari pentolan '3 Srigala', Lia Ladysta yang pernah sakit hati lantaran grup vokal dangdutnya dihina oleh sang Bupati Pati terkait penampilannya saat manggung di wilayah tersebut dengan busana yang dianggapnya vulgar.
"Sebenarnya dari awal berita penangkapan banyak banget yang nanya sama aku, tapi aku sudah males jawab karena kayak nguras energi kalau ngebahas itu ya kan. Cuma ya apapun yang kita perbuat semua ada pertanggung jawabanya sama kayak beliau, semua ini terjadi karena ulahnya sendiri, jadi ya sudah resikonya kena OTT gini," tutur Lia Ladysta, Minggu (25/1/2026).
Pelantun 'Ajor Atiku' ini mengatakan pada intinya siapapun orangnya jangan pernah dzolim atau semena-mena terhadap orang lain.
"Karena kita tidak tahu doa siapa yang bakal nembus langit karena sudah didzolimin," sambungnya.

Istri dari penyanyi Vando Sambo ini mengatakan dirinya turut prihatin dengan tertangkapnya Bupati Pati, Sudewo.
"Mudah-mudahan dengan ini para koruptor-koruptor bisa jera dan berharap kepolisian juga bisa mengusut kemana saja aliran dananya yang dikorupsi, biar yang penadah-penadahnya juga ikutan kena masuk penjara. Jangan cuma yang korupsi aja yg dipenjara, penadahnya juga dong, yang ikut merasakan money laundrynya biar pada jera mereka," tegasnya.
Maraknya kasus korupsi juga membuat masyarakat Indonesia hilang kepercayaan terhadap para pejabat negara yang dinilai menyengsarakan rakyat.

"Sebenarnya menurut aku pribadi, korupsi di Indonesia itu susah diberantas, terbukti ada aja gebrakannya pejabat-pejabat kita yang ketangkap KPK tapi gak ada yang kapok, karena apa? karena lemahnya hukum di Indonesia dan UUD Perampasan Aset yang belum disahkan sehingga banyak koruptor yang nggak kapok," tambahnya.
Sering tertangkapnya pejabat negara lantaran kasus korupsi itu menurut Lia Ladysta bukan hal yang baru.
Baca Juga: Usai Sukses dengan Bisnis Ceker Pedas, Lia Ladysta Hadirkan Kopi Khas di Restorannya
"Kayaknya ini bukan hal yang baru deh, pasti di daerah-daerah lain juga banyak yang kayak gitu, cuma nggak kesorot dan nggak kena OTT aja, giliran Bupati Pati lagi sialnya aja karena musuh bupatinya kebanyakan masyarakatnya sendiri, jadi mungkin ada salah satu doa masyarakat Pati yang nembus langit," paparnya seraya tertawa.

Sebagai penyanyi yang pernah diundang manggung, Lia Ladysta merasa kenal dekat dengan Bupati Sudewo.
"Sebenarnya beliau ini orangnya baik dan ramah kalau bertemu langsung ya, tapi nggak tahu kenapa kalau sudah di depan media dan ngomongin jabatan terkesan arogan. Mudah-mudahan dengan kasus ini beliau bisa belajar banyak hal, bahwa tidak ada yang luput dari jeratan hukum kasus yang pertama mungkin bisa lolos, tapi tidak untuk kasus yang lain," tegasnya.

Menurut Lia, banyak hikmah yang dipetik dari tertangkapnya Bupati Sudewo oleh KPK.
"Buat masyarakat Pati semoga dengan kepemimpinan PLT yang saat ini menjabat, Kabupaten Pati jadi lebih maju lagi, bebas korupsi dan lebih kondusif, satu hal yang nggak kalah penting jadi pemimpin itu harus dicintai rakyatnya dulu, biar setiap langkahnya selalu diridhoi karena masyarakatnya pun mendoakan yang baik-baik untuk pemimpinnya," jelasnya.

Lia berharap aparat hukum bisa berlaku adil dalam menjalankan tugas dan kewajibannya.
"Buat aparat penegak hukum, tetaplah bekerja dengan sepenuh hati di era masyarakat udah minim kepercayaan sama polisi, tapi aku yakin masih banyak aparat yang jujur dan melindungi atau memperjuangkan hak rakyat, intinya kita masih butuh polisi," tandas Lia Ladysta.