matamata.com - Korea Agro-Fisheries & Food Trade Corporation (aT) mengoperasikan Paviliun Korea pada ajang pameran 'SIAL Food & Drinks Indonesia 2026' yang diselenggarakan di Jakarta mulai tanggal 4-6 November 2026.
Sebanyak 30 perusahaan pengekspor makanan asal Korea berpartisipasi dalam Paviliun Korea dengan memamerkan beragam produk K-Food seperti saus, mie, minuman, makanan ringan (snack), serta produk pertanian segar.
Sejalan dengan tren kesehatan, mi tahu yang terbuat dari tahu sebagai pengganti tepung terigu berhasil menarik perhatian besar dari para pembeli (buyer).
Selain itu, merespons budaya kuliner lokal yang menyukai rasa pedas, berbagai pertanyaan dari industri jasa boga (food service) terus berdatangan untuk memasok saus pedas asal Korea.
Pengunjung juga tampak antusias memadati area pameran untuk mencicipi ragam makanan jalanan (street food) dan minuman seperti jeon kimchi (pancake kimchi) dan tteokbokki.
"Melalui business matching ini, saya dapat mengenal berbagai produk pertanian dan pangan Korea serta menjajaki peluang kerja sama baru," ucap Fey Dimayani, seorang buyer yang mengunjungi lokasi pameran.
"Mengingat status sertifikasi halal dan daya saing harga merupakan hal yang krusial di pasar Indonesia, kami tengah mempertimbangkan untuk memperluas lini produk yang kami tangani dengan berfokus pada produk-produk yang memenuhi syarat tersebut," lanjut Fey Dimayani.
Dong hee Shin, korea agro-fisheries & food trade corporation(at) Chief Representative Jakarta, menyatakan meskipun kewajiban sertifikasi halal untuk produk makanan impor di Indonesia telah ditunda hingga Oktober 2028, persiapan awal untuk memasuki pasar lokal tetap menjadi hal yang sangat penting.
"Kedepannya, aT akan terus membantu perusahaan dalam memenuhi persyaratan ekspor lokal serta secara aktif mendukung ekspansi produk pertanian dan pangan Korea ke pasar Indonesia," jelas Fey Dimayani.
Di dalam info booth, 'K-Halal Zone' memperkenalkan produk K-Food bersertifikat halal yang saat ini sedang beredar di pasar lokal, sekaligus menyelenggarakan konsultasi bagi perusahaan pengekspor yang berpartisipasi mengenai prosedur perolehan sertifikasi halal dan pendaftaran Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
aT mengundang para pembeli tidak hanya dari Jakarta, tetapi juga dari kota-kota besar utama di Indonesia seperti Surabaya dan Medan untuk melakukan business matching.
Melalui kegiatan ini, total pencapaian kontrak bisnis senilai 3,25 juta dolar Amerika Serikat berhasil diraih.
Tag
Terpopuler
-
Oki Rengga Minta Maaf Usai Keributan Spanduk Karhutla di Laga PSMS Medan
-
Ruben Onsu Diboikot, Kuasa Hukum Minola Sebayang Buka Suara Soal Potensi Kehilangan Pekerjaan
-
Kemenekraf Dukung Perluasan Tarif Rp0 Pencatatan Hak Cipta Semua Jenis Karya
-
Wamenko Pangan Gandeng 400 Pengusaha Tambang Penanganan Karhutla Kalteng
-
Abaikan Bendera Kuning di FP1, Veda Pratama Dihukum Mundur 6 Posisi Start di Moto3 Qatar