matamata.com - Gaya hidup mewah Raffi Ahmad tak pernah diragukan lagi, kali ini ia memesan mobil sport seharga Rp 7 miliar dari Tuksedo Studio di Gianyar, Bali.
Mobil bernama Firstlady itu dipesan suami Nagita Slavina yang menjadi pembeli pertamanya.
Raffi Ahmad mengatakan Firstlady pesanannya sengaja diperkenalkan ke publik meski belum dirampungkan.
Alasannya, agar publik tahu bahwa mobil pesanannya murni produk buatan Indonesia.
"Nggak mungkin, pasti Firstlady dibuat orang luar negeri. Nggak, mobil ini asli buatan Indonesia," ucap Raffi Ahmad, Jumat (18/9/2026).
Firstlady sudah digarap sejak enam bulan lalu di bengkel Tuksedo Studio, Desa Ketewel, Kabupaten Gianyar.
Progres pengerjaannya kini mencapai 50 persen, Raffi memesan mobil tersebut dengan warna merah.
"Itu mobil silver yang dipajang, belum diwarnai, progresnya, baru sekira 50 persen. Kalau Raffi Ahmad, sepertinya pesan warna merah," tegas Pendiri Tuksedo Studio Pudji Handoko di studionya, Jumat (18/9/2026).
Desain Firstlady masih berpegang teguh pada spesialisasi mobil klasik era 1940-an.
Secara dimensi, mobil tersebut mirip dengan mobil sport asal Italia seperti Ferrari.
Namun, lekukan yang menonjol di bagian dua lampu depan dan bagian belakang mobil membuat desainnya lebih mirip mobil sport pabrikan Jerman.
Sebut saja salah satunya mobil Porsche.
"Memang masih ada gaya klasik Eropa, gaya mobil klasik Italia," tegas Puji.
Setelah sekitar delapan tahun mengasah kemampuan melalui pembuatan berbagai replika mobil sport terbaik dunia, anak-anak muda Bali di Tuksedo Studio mulai memasuki babak baru dengan mengembangkan mobil sport luxury dengan desain dan karakter mereka sendiri.
Seperti diketahui Tuksedo Studio adalah bengkel manufaktur dan studio rekreasi kreatif asal Bali yang khusus membuat dan merestorasi mobil-mobil klasik legendaris secara buatan tangan (handmade) Mobil yang diberi nama FirstLady itu akan diperkenalkan kepada publik dalam acara Auto & Fashion Gala 2026.
Mobil ini menandai evolusi Tuksedo Studio dari pembuat replika mobil klasik dunia menjadi produsen mobil orisinal dengan desain buatan tangan sendiri.
Co-owner Tuksedo Studio, Laksmana Gusti Handoko, didampingi owner Tuksedo Studio Pudji Handoko, mengatakan pengenalan FirstLady bukan sekadar peluncuran produk, melainkan penanda dimulainya perjalanan baru Tuksedo Studio dari pembuat replika menuju pengembangan mobil dengan desain orisinal sendiri.
"Event ini bertujuan memperkenalkan mobil desain buatan kami sendiri, desain asli kami yang handmade dibuat, di-assembly dan di-finish di Bali oleh perajin Bali dan seniman lokal, anak-anak muda," kata Gusti.
Menurut dia, FirstLady saat ini masih berada dalam tahap awal pengerjaan, yakni sekitar 25 persen. Meski demikian, Tuksedo Studio sengaja memperkenalkannya lebih awal agar masyarakat dapat melihat langsung proses pengembangan mobil tersebut.
"Kalau diperkenalkan setelah jadi, khawatir ada yang tidak percaya bahwa anak-anak muda Indonesia bisa menghasilkan karya mobil sendiri. Biar masyarakat tahu bahwa mobil ini benar-benar dibuat di Bali, bukan dibuat di Italia," ujarnya.
Gusti menegaskan FirstLady tidak lahir secara tiba-tiba.
Sebelum berani mengembangkan desain sendiri, Tuksedo Studio telah melewati proses belajar panjang melalui pembuatan mobil-mobil replika selama tujuh hingga delapan tahun terakhir.
Dari proses tersebut, tim Tuksedo Studio mengaku menyerap berbagai pengetahuan mengenai konstruksi, desain, pengerjaan bodi, detail interior hingga karakter sebuah mobil sport.
"Prosesnya jelas, kami tujuh sampai delapan tahun terakhir telah belajar dari mobil replika, mobil-mobil terbaik sepanjang sejarah yang telah kami buat. Selama ini kami sudah bisa menyerap ilmunya. Tidak tiba-tiba ada duit lalu bikin mobil," kata Gusti.
Sementara proses desain FirstLady sendiri telah berlangsung sekitar tiga tahun.
Tahap pengerjaan fisiknya mulai dilakukan pada awal 2026.
Pengalaman panjang tersebut menjadi modal bagi Tuksedo Studio untuk meningkatkan kepercayaan diri dalam mengembangkan mobil dengan identitas Indonesia.
"Ini adalah mobil pertama kami dan masih dalam tahap research and development. Pasti akan banyak penyesuaian dan regulasi. Kami menargetkan mobil ini selesai pertengahan 2027," katanya.
Gusti mengatakan FirstLady dirancang bukan untuk bersaing dengan mobil produksi massal.
Konsep yang dibawa justru menempatkan mobil sebagai perpaduan antara otomotif, seni dan fashion.
Karena itu, acara pengenalan FirstLady dikemas melalui perpaduan otomotif dan industri kreatif, mulai dari gala dinner, fashion show, art exhibition, mini orchestra hingga prosesi unveiling FirstLady.
"Kami ingin menyampaikan bahwa mobil ini bukan sekadar mobil, tetapi karya seni dan fashion statement," ujarnya.
Menurut Gusti, mobil dengan jumlah produksi besar memang telah banyak tersedia. Namun, mobil yang memiliki kepribadian dan karakter desain tersendiri, khususnya dengan identitas Indonesia, masih sangat terbatas.
"Orang-orang yang akan membeli atau suka dengan mobil ini adalah orang-orang yang memiliki selera fashion sendiri, personality sendiri dan karakter sendiri. Membuat mobil massal banyak, tetapi membuat mobil dengan personality sendiri dan karakter Indonesia itu belum banyak," katanya.
Karena itu pula, proses FirstLady sengaja dibuka kepada publik sejak tahap awal.
Tuksedo Studio bahkan mempersilakan masyarakat melihat secara langsung proses pembuatannya mulai dari acara 18 September 2026 hingga mobil tersebut selesai.
Terpopuler
-
DPR Minta Polri dan Komdigi Gandeng TikTok-Meta Berantas Live Streaming Tawuran
-
KPK Temukan Bukti Aliran Uang Saat Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN
-
KBRI Moskow Imbau WNI Waspadai Perekrutan Tentara Bayaran di Rusia
-
Prabowo Dilarang Joget di HUT PAN, Sebut Rakyat Indonesia Suka Joget
-
Prabowo Wajibkan Ekspor Satu Pintu Lewat BUMN dan Siapkan Bursa Mineral 2027