matamata.com - Nasib pilu sekaligus pengalaman traumatis harus dialami oleh disjoki (DJ) cantik asal Thailand, Poltee Kattarey atau yang akrab disapa DJ Katty Butterfly.
Niat hati ingin bersikap profesional menghibur penggemar di Bandung, Jawa Barat, Katty justru mendapat perlakuan tak manusiawi saat dirinya tengah berjuang menahan sakit yang teramat sangat.
Insiden memilukan itu terjadi pada 9 April lalu, saat Katty dijadwalkan manggung di Denver Club, Bandung.
Perwakilan Manajemen Katty, Ika, membeberkan kronologi mengerikan di mana artisnya dipaksa tampil dan menjadi tontonan banyak orang dalam kondisi nyaris tak sadarkan diri.
"Dari sebelum berangkat, Katty memang dalam kondisi kurang enak badan. Kami sudah ke UGD di Jakarta, tapi kami paksakan berangkat karena ingin profesional," ungkap Ika dengan nada getir saat menggelar konferensi pers di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Sesampainya di Bandung, kondisi Katty drop drastis.
Ika yang panik langsung menghubungi pihak klub (Person In Charge/PIC) bernama Vman untuk meminta izin membawa Katty ke Rumah Sakit terdekat.
Namun, jawaban yang diterima sungguh di luar nalar.
"Bahkan ada permintaan dari pihak outlet, 'boleh nggak roadman-nya aja yang main, tapi Katty di sampingnya biar tamu lihat aja ada dia'. Atau bahkan di telepon disuruh pura-pura pingsan aja," beber Ika tak habis pikir.
Alih-alih langsung dibawa ke UGD, pihak klub justru memaksa Katty untuk datang ke 'venue' terlebih dahulu dengan alasan bos/owner mereka ingin melihat langsung bukti bahwa sang DJ benar-benar sakit.
Menahan Malu di Atas Kursi Roda
Dengan suara bergetar dan menahan tangis, DJ Katty Butterfly menceritakan detik-detik dirinya dipermalukan di depan umum.
Saat itu, ia sudah mengenakan baju tidur berantakan, celana pendek, dan merasakan sesak napas serta sakit perut yang luar biasa hebat.
"Aku udah bilang sama Ika mau ke UGD. Mereka jemput, tapi tiba-tiba setengah jalan dibilang harus ke klub dulu biar bosnya lihat. Aku bilang nggak bisa, aku pakai baju tidur, berantakan banget, nggak sopan. Tapi mereka bilang 'nggak apa-apa Kak'," cerita Katty dengan mata berkaca-kaca.
Setibanya di klub, Katty memohon agar pihak klub melihat kondisinya di dalam mobil saja.
Namun, permintaannya ditolak mentah-mentah.
"Mereka suruh aku langsung naik kursi roda ke room KTV. Turun dari mobil di depan klub, banyak banget tamu, security, orang-orang lihat kondisi aku yang udah nggak sadar nahan sakit. Banyak yang foto dan videoin aku pakai baju tidur. Aku benar-benar nangis, nggak nyaman, dan takut banget," curhat ibu satu anak ini.
Sesampainya di room KTV yang berisi jajaran manajemen klub yang disebut Ika 'seram-seram', Katty dibiarkan tertahan selama lebih dari 30 menit.
Pihak klub bahkan sempat bersikeras ingin mendatangkan dokter atau suster kenalan mereka untuk menyuntik Katty agar tetap bisa manggung.
"Saya nangis mohon-mohon untuk diantar ke rumah sakit. Ini masalah nyawa. Akhirnya baru mereka mau antar ke UGD," tambah Ika.
Dari hasil diagnosis dokter di Bandung dan Jakarta, Katty diketahui menderita gangguan lambung akut, yakni obs. acute abdominal pain, GERD, dan suspect appendicitis (usus buntu).
Kejadian malam itu meninggalkan luka batin yang dalam bagi Katty.
"Dulu aku suka banget sama Bandung, suka makanannya. Tapi sekarang aku jadi trauma dan takut kalau ke Bandung, takut disamperin orang atau ada apa-apa sama aku," pungkas Katty lirih.
Terpopuler
-
Wamen LH Diaz Hendropriyono Tinjau Karhutla Jambi, Dorong Sistem Sekat Kanal
-
Presiden Prabowo Perintahkan Penertiban Kawasan Hutan dan Tambang Ilegal
-
Kerja Sama Teknologi Pengelolaan Air DKI Jakarta dan Shenzhen Water Group
-
Pemenang Sayembara Produksi Film Narasi Kepahlawanan Kementerian Kebudayaan
-
Wapres Gibran Pastikan Huntap Korban Bencana Tapanuli Selatan Dibangun Bulan Ini