Mia Taksaka | MataMata.com
Para Pemain Film 'Andai Waktu Bisa Diulang Kembali'. (ist)

Pop.matamata.com - Artis Davina Karamoy didapuk menjadi pemeran utama di film 'Andai Waktu Bisa Diulang Kembali' yang diproduksi FMM Studios bersama Langit Pictures Indonesia.

Davina mengaku langsung terbawa suasana saat pertama kali membaca naskah bersama para pemain.

"Waktu reading pertama, aku sampai nangis karena naskahnya emosional banget," ucap Davina Karamoy, saat peluncuran poster dan trailer film 'Andai Waktu Bisa Diulang Kembali' di Travoy Hub, Makasar, Jakarta Timur, Jumat (26/6/2026).

Davina mengatakan karakter Dinar menjadi tantangan karena memiliki kepribadian yang bertolak belakang dengan dirinya.

"Dinar itu introvert, sedangkan aku aslinya bukan seperti itu, jadi aku harus benar-benar menyesuaikan diri dengan karakter ini," tegasnya.

Untuk mendalami peran tersebut, Davina bahkan mengubah penampilannya dengan menggunakan poni agar lebih sesuai dengan karakter Dinar.

Sutradara M. Amrul Ummami menjelaskan alasan memilih Davina sebagai pemeran utama karena dinilai mampu menampilkan perkembangan emosi karakter secara meyakinkan.

"Davina dipilih karena dia bisa memaksimalkan potensi aktingnya dan sangat pas untuk memerankan transisi emosi Dinar," paparnya.

Para Pemain Film 'Andai Waktu Bisa Diulang Kembali'. (ist)

Sementara itu, Farhan Rasyid yang memerankan Faiz mengungkapkan kedekatannya dengan Davina di kehidupan nyata membantu proses membangun chemistry selama syuting.

"Aku dan Davina sudah berteman sekitar lima sampai enam tahun. Jadi untuk membangun chemistry itu lebih mudah," tambah Farhan.

Tokoh Mama Endang yang diperankan Vonny Anggraini digambarkan sebagai ibu tunggal yang penuh kasih sayang sekaligus sangat protektif terhadap putrinya.

Di balik sikap tersebut, ia menyimpan penyakit kanker yang dideritanya serta beban utang peninggalan sang suami agar Dinar tidak ikut menanggung beban.

"Mama Endang itu orang tua tunggal yang sangat protektif dan penuh kasih sayang," ungkap Vonny.

Ia menilai salah satu adegan paling menyentuh terjadi ketika Mama Endang harus menerima kenyataan bahwa waktunya bersama sang anak mungkin tidak lagi panjang.

"Momen emosionalnya adalah saat Mama Endang sakit dan takut meninggalkan anaknya sendirian di dunia ini," katanya.

Eksekutif Produser Ferly Halim berharap film tersebut dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menghargai waktu bersama keluarga.

"Waktu itu sangat berharga. Waktu tidak bisa diputar kembali, jadi gunakan waktu sebaik mungkin selama masih ada kesempatan," papar Ferly.

"Harapannya setelah menonton film ini, penonton bisa lebih menghargai waktu bersama orang-orang tercinta, terutama hubungan ibu dan anak, sebelum semuanya terlambat," sambungnya.

Sementara itu, Produser sekaligus penulis M. Ali Ghifari mengatakan ide cerita lahir dari pengalaman emosional yang dekat dengan kehidupan banyak orang.

"Ide film ini berawal dari rasa penyesalan yang saya rasa banyak orang pernah alami. Kita sering berpikir, seandainya dulu saya begini, mungkin hasilnya berbeda," tegasnya.

Selain Davina Karamoy dan Bismo Satrio, film 'Andai Waktu Bisa Diulang Kembali' juga dibintangi Nadzira Shafa dan Mazaki Ahmad.

Film tersebut dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 30 Juli 2026.

Film drama keluarga ini mengangkat kisah tentang penyesalan, kasih sayang ibu, dan pentingnya menghargai waktu.

Film ini mengisahkan perjalanan hidup Dinar, seorang perempuan muda yang harus menghadapi berbagai persoalan keluarga, percintaan, dan tekanan ekonomi.

Hubungan emosional antara Dinar dan sang ibu, Mama Endang, menjadi inti cerita yang dipenuhi pengorbanan, penyesalan, serta kesempatan yang tak dapat kembali.