Pop.matamata.com - Demam K-Pop tengah melanda generasi muda di Indonesia, mulai dari playlist, fashion, bahkan gaya dance mereka banyak ditiru.
Di tengah riuh itu, tari tradisional terasa kurang diminati.
Kegelisahan inilah yang menjadi gagasan film 'Silent Dance' yang digarap oleh Tubagus Deddy dan akan segera tayang mulai 13 Mei 2026.
Tubagus Deddy mengatakan idenya datang dari Sanggar Mekar Asih di Bandung, Jawa Barat.
"Saya usulkan untuk lebih mengulik sisi budayanya," tegas Tubagus Deddy dalam Gala Premier di bioskop CGV BEC Bandung, Jumat (8/5/2026).
Dari sana muncul kisah gesekan antara budaya tradisional dengan gelombang K-pop yang lekat dengan anak muda zaman now alias generasi milenial.
Diungkapkan Deddy, film ini mengikuti kehidupan dua penari dari latar berbeda.
Menurutnya, belum banyak film Indonesia yang benar-benar menyoroti dunia penari.
"Selama ini lebih banyak kisah tentang penyanyi," jelas Tubagus Deddy.
Alasan lain yang tak kalah penting adalah ada peluang bagi film komunitas untuk bisa tayang di bioskop alternatif seperti Sam’s Studio.
"Ternyata ada jalannya, maka kami buat," tambahnya.
Di satu sisi, 'Silent Dance' hadirkan dunia dancer K-Pop yang lekat dengan sorotan panggung dan gemerlap popularitas.
Di sisi lain, ada kehidupan penari tradisional Sunda yang selama ini tampil lebih bersahaja di acara lokal, jauh dari publikasi.
Kontras itulah yang menjadi salah satu sorotan film ini.
Kehadiran film ini tak lepas dari peran produser Sjamsudin, pimpinan Sanggar Mekar Asih.
Sjam, begitu ia disapa, menjadi penggagas proyek sekaligus turut menulis naskah bersama Deddy.
Jalan ceritanya berawal pada persaingan antara Meggy (Chelsea Van Meijr) yang penari K-Pop, dengan Laras (Alenya Raya), seorang penari tradisional.
Di kelompoknya sendiri, Meggy juga bermasalah dengan Dewi (Kezia Lizina), bikin situasi kian panas.
Benturan kedua kutub budaya itu memuncak jelang pesta rakyat yang juga ajang kampanye pengusaha korup demi menjadi calon kepala desa.
Ketika kompetisi akan dimulai, muncul sabotase.
Di tengah situasi, battle dance geng K-Pop dan penari tradisional berubah menjadi pembuktian: siapa yang benar-benar mampu merebut hati penonton.
Bagi Sjamsudin, film ini lahir dari niat untuk ikut mengembangkan budaya daerah, khususnya seni tari.
Hal itu tercermin lewat perjalanan karakternya yang semula bermimpi menjadi dancer K-Pop, lalu menemukan pandangan baru.
Di balik konfliknya, ada pesan moral yang ingin disampaikan.
"Meskipun tersakiti, karakternya bukan sosok pemarah justru dia memilih membawa damai. Itu contoh yang baik," tambah Sjam.
Film 'Silent Dance' dibintangi personel girlband StarBe sebagai pemeran utama, yakni Kezia Lizina, Chelsea Van Meijr, Sheila Fernanda, dan Annabelle Feodora Senjaya.
Tiga lagu StarBe juga hadir dalam film ini, yaitu 'Pidip Pop It', 'Touch The Sky', dan 'Roof Top'.
Belum lama ini, StarBe juga merilis album bergenre dance.
Selain itu, film ini turut diperkuat oleh Aroel Swara, Alenya Raya, Ki Daus, Denny Sarniem, Keefe Akia, hingga Denny Gaclik.
Menurut Sjamsudin, pemilihan StarBe terasa selaras dengan cerita yang diangkat.
Kehadiran mereka dianggap menjadi representasi kuatnya pengaruh budaya Korea di kalangan anak muda saat ini.
"Saya tertarik ikutan film ini, karena menarik, ceritanya tentang dance dan di sini saya jadi pemeran utamanya. Buat saya ini menjadi yang pertama kalinya," ucap Kezia Lizina, pemeran karakter Dewi yang juga member Starbe.
Selain bisa nge-rap, Kezia mengaku punya latar belakang di dunia tari, khususnya dalam genre modern dance dan ladies style.
"Saya juga pernah belajar hip hop dan tari tradisional walaupun hanya sebentar," tambahnya.
Proses syuting dilakukan di Bandung, Jawa Barat, dan kawasan pedesaan di Garut.
Lanskap alamnya menghadirkan suasana tenang khas Jawa Barat yang ikut membentuk atmosfer film.
Film 'Silent Dance' dijadwalkan tayang serentak mulai 13 Mei 2026 di jaringan Sam's Studio di Pulau Jawa dan Labuan Bajo, serta di CGV Bandung dan New Star Cinema.
Berita Terkait
Terpopuler
-
King Nassar Punya Cara Unik untuk Lepas Penat
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Pernah Alami Trauma, Karina Suwandi Tak Kapok Bintangi Film Horor 'Tumbal Proyek'
-
Dalami Karakter di Film 'Tiba-Tiba Setan', Oki Rengga Rela Alami Memar
-
Aldy Riva dan Alexander Nicholi Asal AS, Temukan Teknologi IT Canggih 'Anodyne'
Terkini
-
Keren! Irish Bella jadi Eksekutif Produser di Film 'Dosa: Penebusan atau Pengampunan'
-
Kekuatan Doa Katolik, jadi Tantangan Callista Arum di Film 'Tumbal Proyek'
-
Sukses Bintangi Iklan di Televisi, Aoi Yanagisawa Rambah ke Dunia Layar Lebar
-
Perankan Karakter Cerewet, Sandrinna Michelle Merasa Tertantang di Sinetron 'Beri Cinta Waktu'
-
Perdana Tampil di 'The Icon Indonesia', Sienna Spiro Bangga