matamata.com - 20 November 2023 - Deddy Corbuzier kembali buka suara soal pangkat Letnan Kolonel (Letkol) Tituler yang ia terima dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto pada akhir 2022 lalu.
Dalam video YouTube Kaesang Pangarep yang diunggah pada 15 November 2023, Deddy menjelaskan bahwa pangkat Letkol Tituler bukanlah penghargaan, melainkan sebuah pekerjaan.
"Pada saat gua ditawarin, itu dari Kemhan nanya, 'Mas Ded kita punya tawaran ini, coba dipikir-pikir, mau apa tidak, karena kalau mau resiko dan kerjaannya amat sangat banyak'. Dikasih waktu tiga bulan gua untuk mikir mau apa enggak," cerita Deddy kepada Kaesang, Kiky Saputri, dan Ate.
Deddy mengatakan bahwa ia sempat ragu untuk menerima tawaran tersebut karena khawatir akan menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Namun, ia akhirnya memutuskan untuk menerimanya karena ingin membantu membela bangsa Indonesia.
"Setelah gua pikir-pikir, gua mau. Bukan karena gua enak sama Pak Prabowo, tapi gua bisa membantu untuk membela bangsa dan negara Indonesia, mencerdaskan anak-anak milenial dan GenZ tentang harga mati darah untuk Indonesia, kenapa tidak?" kata Deddy.
Deddy Corbuzier pun menjelaskan bahwa gajinya sebagai Letkol Tituler tidak sampai Rp1 juta per bulan. Bahkan sampai saat ini, ia masih belum mengambil gajinya itu.
"Tidak, eh dibayar 700 ribu per bulan," beber Deddy.
"Hah? 700 ribu?" tanya Kaesang Pangarep.
"Iya karena tituler itu 15 persen dari gaji sebenarnya. Jadi 700 ribu. Sampai sekarang belum gue ambil," tambahnya.
Deddy Corbuzier mengatakan bahwa ia tidak membutuhkan uang dari gajinya tersebut. Ia hanya ingin fokus pada pekerjaannya sebagai Letkol Tituler, yaitu untuk membela bangsa Indonesia dan mencerdaskan generasi muda.
"Buat gua, uangnya bukan masalah. Yang penting gua bisa membantu," pungkas Deddy.
Terpopuler
-
UPDATE Karhutla: Kemenhut Deteksi 1.532 Titik Panas, Kalteng dan Sumsel Jadi Prioritas
-
Kejar Kedaulatan Energi, Mentan Kumpulkan 44 Bupati Kembangkan Bioetanol
-
Ekspor CPO Naik, Kemendag Proyeksikan DMO Minyakita September 2026 Meningkat
-
Menkeu Minta Pejabat DJP dan Bea Cukai Pahami Perilaku Wajib Pajak serta Perketat Pengawasan
-
Pramono Anung Beberkan Solusi Macet dan Banjir Jakarta ke Wali Kota New York