matamata.com - Mario Dandy kembali menjalani sidang atas kasus penganiayaan yang ia lakukan kepada David Ozora. Agenda sidang kali ini adalah pembacaan nota pembelaan alias pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Dalam nota pembelaannya, Mario Dandy yang dituntut 12 tahun penjara dan restitusi Rp 120 miliar, meminta keringanan. Ia mengatakan sebagai lelaki yang belum berpenghasilan, uang tersebut besar nilainya.
"Saat ini saya sedang menjalani hukuman pidana belum mempunyai penghasilan dan tidak memiliki harta apapun," kata Mario Dandy di ruang sidang pada Selasa (22/8/2023).
"Saya memohon kepada majelis hakim yang mulia agar dapat mempertimbangkan hal ini sesuai dengan kondisi saya dan hukum yang berlaku," imbuhnya.
Selain membacakan nota pembelaan, Mario Dandy tertunduk, meminta maaf kepada David Ozora. Ia mengaku menyesal telah melakukan penganiayaan kepada remaja 17 tahun ini.
"Dengan rasa penyesalan yang dalam dan hati yang tulus saya ingin menyampaikan permohonan maaf dan rasa prihatin saya kepada Saudara Critalino David Ozora," ujar Mario Dandy.
Mario Dandy juga mengatakan jika dirinya mendoakan kesembuhan David Ozora. Sambil mengutip ayat Alkitab, ia berharap korban penganiayaan berat kerena perbuatannya itu bisa lekas pulih.
"Saya meyakini pemulihan terhadap Saudara David dapat terjadi sebagaimana tertulis dalm Alkitab Injil Lukas 1 ayat 37: 'Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil'," terang lelaki 19 tahun ini. (Rakha Arlyanto)
Terpopuler
-
PBB Khawatirkan Escalation Kekerasan dan Blokade Israel di Tepi Barat Pascaserangan Hebron
-
Trump Cabut Tarif Impor Kanada 50 Persen: Strategi Partai Republik di Pemilu Sela AS 2026
-
MILLS Rilis Koleksi Musim Panas 2027 'Next Inheritance' dan Sepatu Lari Hypercharge R27
-
Pemerintah Revisi Perpres 26/2026 Luruskan Jalan Impor Minyak Mentah dari Rusia
-
Seskab Teddy Terima Menteri Trenggono, Dorong Kesejahteraan Nelayan Lewat Kampung Merah Putih