Pop.matamata.com - Syarah dan Sunyoto Indra Prayitno baru-baru ini hadir di podcast milik dokter Richard Lee. Mereka mengungkap janji-janji manis dari Mario Teguh sehingga mereka merasa tertipu.
Perlu diketahui, Sunyoto telah melaporkan Mario Teguh atas kasus dugaan penipuan ke Polda Metro Jaya pada Juni lalu. Istri Sunyoto, Syarah, mengaku bahwa ia adalah orang yang tergiur oleh bujuk rayu Mario Teguh dan Bu Linna.
Syarah tergiur konsultasi bisnis dari MT yang mengklaim bisa memperbesar rumah kecantikan menjadi ribuan cabang. Selain itu, pihak Mario Teguh juga mengiming-imingi Syarah dengan imajinasi tidur di atas Rp 900 miliar jika bisnisnya sukses. Syarah membujuk sang suami yang merupakan pengusaha sehingga keduanya kehilangan uang miliaran rupiah.
"Awalnya pembesaran salon Kanemochi. Itu adalah salon kecantikan aku. Mereka awalnya mencari kami. Kita awal kenal di training Net89. Beliau bilang bisa membesarkan satu brand. Itu kan komunitas ya, orang bisa trading karena ikut komunitas gitu. Tapi yang aku cari itu bukan BA skincare. Kami ingin membesarkan rumah Kanemochi yang di dalamnya ada produk skincare," kata Syarah dikutip dari YouTube dr. Richard Lee, MARS.
Menurut Syarah, pihak MT mengklaim mempunyai 33 juta followers yang tersebar di berbagai platform media sosial. Ini membuat mereka yakin untuk konsultasi bisnis dengan Mario Teguh.
"Mereka menjanjikan bisa membesarkan brand karena mereka mengklaim punya 33 juta followers. Kata mereka itu ada TikTok, YouTube, Facebook, Instagram gitu-gitu. Dulu khilaf atau bodoh, kami nggak tahu. Tapi setelah dihitung-hitung ternyata nggak sampai," sambungnya.
Syarah juga mengungkap bahwa mereka bukan orang yang pertama kali menghubungi Mario Teguh. Menurut Syarah, justru pihak MT dan Bu Linna yang mencoba menghubungi mereka terlebih dahulu.
"Apa yang bisa kami bantu, kata istri Mario Teguh. Yang didoktrin itu aku. Jadi aku merasa bersalah ke suami. Dia bilang kalau kami yang ingin ketemu. Itu salah. Logikanya gini, bisa dicek rekaman teleponnya. Saya baru ketemu dia itu sekitar Isha', mereka nunggu udah lama. Karena saya bukan orang nganggur yang kerjaannya doktrin orang," ungkap Syarah.
Pengusaha rumah kecantikan dan skincare tersebut diiming-imingi bisa mandi serta tidur dengan uang miliaran rupiah. "Dijanjiin banyak. Ada mandi uang Rp 25 miliar. Tidur di tumpukan uang Rp 900 miliar," kata Syarah. Pada podcast terpisah, Syarah dan Sunyoto Indra Prayitno ditawari konsultasi bisnis dengan biaya Rp 18 miliar. Karena Sunyoto tak mampu, pihak Mario Teguh lantas menurunkan menjadi Rp 8 miliar.
Angka tersebut dirasa memberatkan bagi Sunyoto. Mereka akhirnya sepakat di angka Rp 5 miliar dengan 40 kali cicilan selama 5 tahun. Pasangan ini kehilangan Rp 5 miliar namun merasa tidak ada dampak apa pun dalam bisnis. Pihak Syarah dan Sunyoto mengaku siap damai apabila Mario Teguh mengembalikan uang Rp 5 miliar milik mereka.
Berita Terkait
-
Raffi Ahmad Kepergok Tidur di Sofa Bikin Netizen Iba, Tudingan Miring Diungkit: Pencucian Uang sama Kerja Keras Beda!
-
Takut Gagal Lagi, Dewi Perssik Akui Ogah Kemakan Rayuan
-
Pernah Tiduri 28 Aktor, Lucinta Luna Ngaku Punya Kualitas Vagina Terbaik Hasil Operasi
-
Wendy Walters Diduga Singgung Perselingkuhan Reza Arap, Tidur Dengan Banyak Wanita?
-
Karyawan Spill Wajah Fuji saat Tidur, Ekspresi Galaknya Disorot
Terpopuler
-
Pernah Alami Trauma, Karina Suwandi Tak Kapok Bintangi Film Horor 'Tumbal Proyek'
-
Dalami Karakter di Film 'Tiba-Tiba Setan', Oki Rengga Rela Alami Memar
-
Aldy Riva dan Alexander Nicholi Asal AS, Temukan Teknologi IT Canggih 'Anodyne'
-
Viral! Diduga Istri Ahmad Sahroni, Feby Belinda Selingkuh dengan Yoyo 'Padi'
-
Misteri Kamar 402, Anggy Umbara Garap Kengerian Rumah Sakit di Korea
Terkini
-
Sukses Bintangi Iklan di Televisi, Aoi Yanagisawa Rambah ke Dunia Layar Lebar
-
Perankan Karakter Cerewet, Sandrinna Michelle Merasa Tertantang di Sinetron 'Beri Cinta Waktu'
-
Perdana Tampil di 'The Icon Indonesia', Sienna Spiro Bangga
-
King Nassar Punya Cara Unik untuk Lepas Penat
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton