matamata.com - Detik-detik Maia Estianty Ogah Dipeluk Ahmad Dhani Viral: Jaga Perasaan Mulan Jameela?
Sejumlah jejak digital keluarga Ahmad Dhani dan Maia Estianty ramai bermunculan di media sosial imbas santernya wacana konser '51 Tahun Kerajaan Cinta'.
Seperti diketahui, Maia Estianty menolak ajakan Ahmad Dhani untuk tampil dalam '51 Tahun Kerajaan Cinta' yang akan digelar pada 28 Mei 2023 mendatang.
Salah satu jejak digital yang viral kembali di antaranya adalah video perayaan ulang tahun Al Ghazali yang dirayakan dalam stasiun televisi.
Dalam acara tersebut, Al Ghazali mendadak meminta seluruh anggota keluarganya untuk maju ke depan panggung.
"Aku pengin ayah, bunda, Al, El, Dul ke depan," kata Al Ghazali.
Usai memasangkan Maia Estianty dan Ahmad Dhani bersebelahan, Al Ghazali pun meminta semuanya untuk berpelukan.
"Berpelukan," balas El Rumi.
Kendati demikian, Maia Estianty ogah berpelukan dengan Ahmad Dhani. Dia tampak memisahkan diri dari rangkulan anak-anaknya.
"Nanti ada yang marah loh," sambung Maia Estianty.
Baca Juga
Cuplikan unggahan video Maia Estianty menolak diajak pelukan dengan Ahmad Dhani ini viral di TikTok dengan atensi 338,2 ribu jumlah tayangan.
"Ada yang marah enggak, ya?" tulis akun TikTok @infoterbarubanget, dilansir pada Minggu (9/4/2023).
Perihal itu, sejumlah netizen turut memberikan respons dan komentar yang beragam.
"Bunda Maia menjaga perasaan Mulan. Bunda Maia hebat," tulis seorang netizen.
"Bukannya menjaga, tapi emang enggak mau aja beperlukan dengan mantan yang udah menyakiti," tutur netizen lain.
"Bunda Maia enggak mau pelukan, itu sudah tepat," kata netizen yang lainnya.
Terpopuler
-
TNI AL Pengerahkan 3 Kapal Perang Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda
-
Polisi Periksa 8 Saksi Kebakaran Maut di Paniai yang Tewaskan 11 Orang
-
DPR Bakal Koordinasi dengan Pemerintah Soal Usul Perpanjangan Masa Jabatan Kades
-
Jakarta Doodle Fest 2026 dan Indonesia Kaya Hadirkan Kembali 'Musikal Absurd: Hidup Segan But Im Not Done'
-
Kasus Korupsi Bansos Beras PKH: KPK Panggil Kepala Bulog Jateng dan Puluhan Saksi